IQPlus, (21/8) - Bank Indonesia (BI) membidik omzet dan business matching ekspor produk UMKM dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 dapat mencapai sebesar Rp446,9 miliar.
Selain itu, business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, ditargetkan dapat mencapai Rp212,8 miliar.
Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong intermediasi yang semakin produktif sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi.
"UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia," kata Thomas.
Untuk itu, UMKM perlu terus didorong meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
Salah satu upaya bank sentral Indonesia untuk mendorong UMKM naik kelas adalah melalui inisiasi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Gerakan ini menghubungkan UMKM dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi melalui kemitraan.
Akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman dan standar usaha yang dimiliki korporasi diyakini dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas usaha.
Kemitraan tersebut juga membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas sehingga UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas.
Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan dan korporasi untuk terus meningkatkan intermediasi untuk mendukung sektor riil, terutama UMKM.
Melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, diharapkan semakin banyak UMKM terhubung dengan rantai nilai, memperoleh akses pasar dan pembiayaan, serta tumbuh dan naik kelas.
Bank Indonesia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme, kolaborasi dan aksi nyata.
Sinergi ini diyakini akan mendukung terwujudnya ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang untuk menjadi besar, korporasi tumbuh bersama mitra usahanya, dan pembiayaan mengalir kepada kegiatan ekonomi yang semakin produktif.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat dukungan bagi UMKM melalui akses pembiayaan yang terjangkau, insentif perpajakan, serta kemudahan ekspor dan akses pasar.
"UMKM tidak hanya naik kelas ketika memperoleh pembiayaan, tetapi juga ketika memperoleh akses pasar, meningkatkan kapasitas dan membangun kemitraan. Untuk itu, sinergi antarotoritas, korporasi, lembaga keuangan dan UMKM menjadi kunci," kata Juda. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info