IQPlus, (3/11) - Harga minyak turun lebih dari 7 persen pada hari Senin (2 November) seiring dengan pembicaraan antara pejabat Iran dan Qatar yang memunculkan harapan akan berakhirnya perang antara AS-Israel dengan Iran, serta stabilisasi pasokan minyak mentah di Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka ditutup turun US$8,66, atau 7,63 persen, menjadi US$104,77 per barel. Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), turun US$7,66, atau 7,36 persen, menjadi US$96,46 per barel.
Dalam sesi perdagangan tersebut, harga Brent sempat menyentuh level terendah di US$103,28, sementara WTI mencapai level terendah di US$95,15. Beberapa analis mengaitkan penurunan ini dengan harapan akan adanya terobosan diplomatik, setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei telah memberikan wewenang tertentu kepada pemerintah untuk melakukan pembicaraan damai.
Menurut media pemerintah, Pezeshkian menambahkan bahwa Teheran "akan berupaya menyelesaikan masalah tersebut melalui dialog", tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Para negosiator negara itu telah melakukan pembicaraan selama beberapa hari dengan pihak penengah dari Qatar yang bertujuan untuk mengakhiri perang.
Harga minyak mentah Brent menutup bulan Oktober di level tertinggi dalam enam bulan terakhir, di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat kembali meningkat setelah pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat pada hari Selasa.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan bahwa kesepakatan semacam itu "bisa saja terjadi."
Pada Senin malam, para mediator dari Qatar bertolak ke Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
Analis Raymond James, Pavel Molchanov, mengatakan bahwa tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran telah mendorong penurunan harga minyak. Meski demikian, ia mencatat bahwa sikap skeptis tetap diperlukan mengingat banyaknya "harapan palsu" yang muncul selama beberapa bulan terakhir. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info