IQPlus, (13/10) - Harga minyak turun tipis pada hari Selasa setelah sempat naik hampir US$2 per barel pada sesi sebelumnya, seiring para pedagang menilai risiko pasokan akibat serangan terhadap Arab Saudi sembari mempertimbangkan prospek tambahan pasokan diesel dari Rusia.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 61 sen, atau 0,57%, menjadi US$106,04 per barel pada pukul 00.00 GMT, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 47 sen, atau 0,5%, menjadi US$93,27 per barel.
Kontrak berjangka Brent ditutup pada level US$106,65 per barel pada hari Senin, angka tertinggi sejak 15 September.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Rusia telah setuju untuk memasok diesel ke pasar global, dan pemerintahannya untuk sementara mencabut sanksi AS terhadap bahan bakar Rusia sanksi yang sebelumnya dirancang untuk memutus aliran pendapatan Moskow bagi perang di Ukraina.
Pasokan tambahan ini dapat membantu meredakan ketatnya pasokan di pasar bahan bakar global, sekaligus mengurangi sebagian kekhawatiran pasokan yang belakangan ini menopang harga minyak mentah.
Namun, para anggota parlemen dari kedua partai di AS mengeluhkan bahwa kesepakatan Trump dengan Putin tampaknya melanggar undang-undang AS yang melarang impor energi Rusia hingga Moskow menghentikan agresinya terhadap Ukraina.
"Pasokan diesel baru dari Rusia dan aliran pasokan yang lebih stabil dari Arab Saudi memberikan sedikit kelegaan, namun pasar tampaknya masih lebih khawatir akan risiko serangan lanjutan terhadap kapal atau jalur pipa di kawasan Teluk dibandingkan merasa tenang dengan adanya tambahan pasokan," ujar Tim Waterer, kepala analis KCM Trade.
"Selama kita belum melihat tanda-tanda de-eskalasi yang lebih jelas, kecenderungan pergerakan harga masih mengarah ke atas," katanya.
Kekhawatiran mengenai kerentanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan Teluk tetap menjadi sorotan setelah kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran menyerang bandara internasional Riyadh pada akhir pekan lalu, sementara laporan mengenai serangan terhadap kapal tanker juga muncul di dekat Selat Hormuz. Insiden-insiden tersebut mengancam akan menggagalkan pemulihan pasokan dari Timur Tengah yang sempat terlihat pada bulan September, serta memperkuat kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut di salah satu jalur transit energi terpenting di dunia. (end/reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info