IQPlus, (24/9) - Bank Indonesia (BI) memastikan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental dan memastikan mekanisme pasar berjalan baik, seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi.
"Penguatan strategi operasi moneter pro-market juga dilakukan untuk mengelola struktur suku bunga pasar uang," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Erwin menambahkan efektivitas stabilisasi dan kecukupan likuiditas diperkuat melalui peningkatan insentif swap dan domestic non-deliverable forward (DNDF) lindung nilai kepada BI dalam rangka pendanaan luar negeri, serta perluasan transaksi underlying yang mencakup arus masuk modal portofolio, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment.
Lebih lanjut, intervensi dilakukan secara konsisten melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore, spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus diperkuat.
Erwin menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) di tengah kekhawatiran inflasi global dan outlook fiskal.
Kondisi tersebut mendorong imbal hasil atau yield US Treasury 10 tahun naik hingga 5,11 persen, tertinggi sejak 2007.
Tekanan juga berasal dari ketidakpastian konflik Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia, sehingga harga minyak Brent kembali di atas 100 dolar AS per barel.
Sedangkan dari domestik, tekanan nilai tukar dipengaruhi kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III dan arus keluar portofolio dari aset emerging markets.
Secara umum, menurut BI, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan secara quarter to date (qtd) sebesar 0,46 persen. Sementara cadangan devisa meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info