IQPlus, (12/10) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, bergerak melemah 14 poin atau 0,078 persen menjadi Rp17.910 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.896 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) terkait peluang kenaikan suku bunga.
"Pernyataan terbaru dari pejabat The Fed juga membuka peluang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut, ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem telah mengungkapkan kebutuhan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut guna mengembalikan inflasi ke tingkat target 2 persen bank sentral.
Begitu pula dengan Gubernur The Fed Christopher Waller yang mengindikasikan kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk menurunkan inflasi lebih cepat jika data ekonomi secara umum tetap sesuai dengan perkiraan.
"Minggu ini pasar akan mencermati data inflasi tingkat konsumen dan produsen, yang akan disusul oleh data penjualan ritel dan juga pernyataan beberapa pejabat The Fed," ujar Ibrahim. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info