IQPlus, (19/8) - PT Bank Mandiri Taspen bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan model ekonomi sirkular bagi pensiunan melalui fasilitas budidaya unggas terpadu dan pengelolaan sampah organik menggunakan magot black soldier fly (BSF) di Bandung Barat, Jawa Barat.
Program tanggung jawab sosial perusahaan tersebut memadukan pengelolaan sampah organik, budidaya magot dan unggas, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pensiunan.
"Para pensiunan bisa mengisi hari-hari mereka bersama dengan warga agar sampah organik menjadi sumber makanan bagi magot, dan magot bisa dimakan oleh ayam, lalu ayamnya bertelur," kata Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut Panji, fasilitas tersebut akan dievaluasi sebagai model percontohan sebelum direplikasi di daerah lain. Bank Mandiri Taspen juga menyatakan siap memberikan dukungan pembiayaan bagi pensiunan yang ingin mengembangkan usaha budidaya unggas dan magot.
"Jika ini berhasil, bisa disebarluaskan ke mana-mana. Kita mau lihat modelnya, kita mau lihat use case-nya. Ini bisa menjadi salah satu sumber kegiatan bagi para senior citizens (lansia)," ujarnya.
Panji menyebut sekitar 12 persen penduduk Indonesia merupakan lansia, sedangkan jumlah pensiunan yang menjadi nasabah Bank Mandiri Taspen mencapai sekitar 670 ribu orang di seluruh Indonesia.
Ia mengatakan pengembangan ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dalam program itu, ITB memberikan dukungan teknologi dan inovasi, masyarakat menjadi pelaksana, sedangkan Bank Mandiri Taspen memberikan dukungan dari sisi perbankan.
Sebagai gambaran, Panji menyebut perseroan telah memberikan pembiayaan sekitar Rp45 juta kepada pensiunan untuk membuka usaha laundry kiloan.
Menurut dia, kebutuhan pembiayaan fasilitas budidaya unggas dan magot dapat berada pada kisaran tersebut, bahkan lebih rendah.
Penggagas fasilitas pengolahan magot dari ITB Linus Ampang Pasasa mengatakan teknologi tersebut dapat mengurai sampah organik dalam waktu sekitar dua hari dengan metode sederhana dan konvensional.
Menurut Linus, satu unit fasilitas yang disebut "apartemen magot" membutuhkan biaya sekitar Rp45 juta dan dapat mendukung pemeliharaan hingga 100 ekor ayam pada lahan seluas 6 meter persegi.
Saat ini, jumlah ayam dalam satu unit baru sekitar 40 ekor karena pasokan sampah organik masih terbatas.
"Jumlah ayam dalam satu unit saat ini baru sekitar 40 ekor lantaran pasokan sampah organik yang tersedia masih terbatas," ujarnya. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info