IQPlus, (11/8) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan menambahkan kolom informasi terkait status afiliasi dalam data kepemilikan saham di atas 1 persen, sebagai upaya memperkuat transparansi dan memudahkan investor memahami struktur kepemilikan emiten.
Pada awal publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan BEI hanya menyajikan nama pemegang saham, yang kemudian akan diperluas dengan mencantumkan tipe investor yang memiliki saham tersebut.
"Ke depan, kami akan tambahkan lagi satu kolom yang memberikan informasi apakah pemegang saham di atas 1 persen ini terafiliasi atau tidak terafiliasi," ujar Jeffrey dalam konferensi pers Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.
Jeffrey menilai, tambahan informasi mengenai status afiliasi tersebut akan membantu publik dalam membaca dan memahami data kepemilikan saham.
Ia melanjutkan, BEI juga akan terus memperkaya informasi yang disediakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepada investor.
"Sehingga, publik akan lebih mudah menggunakan data tersebut. Demikian juga dengan informasi lainnya. Ini akan terus kami kembangkan untuk memberikan informasi dan layanan yang lebih baik kepada publik," ujar Jeffrey.
Jeffrey menegaskan, penguatan transparansi dan penyediaan informasi tersebut tidak hanya dilakukan sebagai respons atas berbagai persoalan yang terjadi sebelumnya.
Ia mengatakan BEI sedang membangun fondasi pasar modal Indonesia untuk menjawab kebutuhan di masa depan, termasuk dalam mendukung target pengembangan Bursa hingga 2030.
Dalam peta jalan pasar modal, BEI menargetkan kapitalisasi pasar mencapai sedikitnya Rp30.000 triliun pada tahun 2030, dengan nilai transaksi harian rata-rata ditargetkan menembus Rp31 triliun.
Selain itu, BEI membidik jumlah perusahaan tercatat melampaui 1.100 perusahaan, sedangkan jumlah investor pasar modal diharapkan menembus lebih dari 35 juta investor.
Dengan target kapitalisasi pasar tersebut, BEI berharap nilainya dapat mencapai lebih dari 83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
"Ini adalah resolusi kami untuk mengantisipasi masa depan. Kami sudah mencanangkan apa yang harus dicapai oleh Bursa Efek Indonesia di tahun 2030," ujar Jeffrey. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info