IQPlus, (21/9) - Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz menilai bantuan pangan beras dapat menjadi penyangga daya beli masyarakat berpendapatan rendah dalam jangka pendek di tengah perlambatan pertumbuhan penjualan ritel atau eceran.
Menurut dia, dukungan fiskal semakin diarahkan pada program yang menyasar daya beli rumah tangga, terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan harga pangan.
"Dukungan fiskal menjadi semakin terarah pada daya beli rumah tangga. Perpanjangan bantuan beras menjadi penyangga utama dalam jangka pendek," kata Irman dalam kajian Bank Danamon Indonesia di Jakarta, Senin.
Kajian Danamon mencatat pertumbuhan penjualan eceran pada Agustus 2026 melambat dibandingkan bulan sebelumnya, terutama pada konsumsi masyarakat secara luas.
"Pertumbuhan penjualan eceran melambat menjadi 0,5 persen secara tahunan pada Agustus dari 1,1 persen pada bulan sebelumnya, dengan pelemahan terutama terlihat pada konsumsi masyarakat secara massal," ujar Irman.
Bank Indonesia (BI) dalam Survei Penjualan Eceran memprakirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 tumbuh 0,5 persen secara tahunan, melambat dibandingkan pertumbuhan 1,1 persen pada Juli 2026.
Irman menilai kondisi tersebut memperkuat pentingnya dukungan yang lebih terarah kepada kelompok berpendapatan rendah, terutama ketika tekanan harga pangan dapat mempersempit ruang belanja rumah tangga.
"Dukungan kebijakan jangka pendek telah diarahkan untuk menjaga konsumsi kelompok berpendapatan rendah ketika tekanan harga pangan menambah tekanan terhadap permintaan domestik," ujar dia.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah telah memutuskan melanjutkan bantuan pangan beras hingga Desember 2026.
Untuk periode Oktober-Desember, ditargetkan sekitar 33,24 juta penerima bantuan pangan memperoleh alokasi 10 kilogram (kg) beras per bulan.
Penerima bantuan tersebut berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 8 September 2026 mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk bantuan beras selama tiga bulan pada kuartal IV 2026.
"Anggarannya sekitar Rp17 triliun untuk bantuan beras selama tiga bulan," kata Airlangga.
Untuk periode Juli-September 2026, pemerintah menugaskan Perum Bulog menyalurkan sekitar 997,2 ribu ton beras kepada 33,24 juta penerima bantuan pangan. Setiap penerima memperoleh 10 kg per bulan atau 30 kg untuk tiga bulan.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat dengan perpanjangan hingga akhir tahun, total alokasi bantuan pangan beras sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar 2,6 juta ton. Program bantuan pangan pada 2026 mencakup periode Februari-Maret, Juli-September, serta Oktober-Desember.
Pemerintah menempatkan bantuan pangan beras sebagai salah satu instrumen untuk menjaga akses masyarakat terhadap pangan sekaligus menopang kebutuhan rumah tangga kelompok penerima manfaat. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info