IQPlus, (7/8) - Harga pangan dunia naik pada bulan Juli ke tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, didorong oleh cuaca buruk serta eskalasi konflik di kawasan Teluk dan Laut Hitam yang memengaruhi pasar komoditas pertanian; demikian disampaikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB pada hari Jumat.
Indeks Harga Pangan FAO, yang memantau perubahan bulanan pada sekelompok komoditas pangan yang diperdagangkan secara internasional, mencatat rata-rata 131,1 poin pada bulan Juli naik dari 130,3 poin pada bulan Juni dan merupakan angka tertinggi sejak Januari 2023.
Tren ini didorong oleh kenaikan sebesar 3,4% (secara bulanan) pada Indeks Harga Serealia FAO, yang dipicu oleh lonjakan harga gandum sebesar 5,8%, ungkap badan tersebut. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info