← Kembali
Market News - EKOM
HADAPI FRAGMENTASI EKONOMI, NEGARA ASIA-PASIFIK PERKUAT KOLABORASI PERPAJAKAN REGIONAL
🕐 28/07/26 09:30 | IQPLUS
20834136

IQPlus, (28/7) - Organization Malaysian Association of Tax Accountants (MATA) berkolaborasi dengan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyelenggarakan 17th Annual Asia-Pacific Tax Forum (APTF) 2026 pada 27-28 Juli 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pertemuan akademik dan kebijakan strategis ini dihadiri sekitar 150 delegasi dari 22 negara Asia-Pasifik, Amerika Serikat, Jerman, hingga Selandia Baru untuk memperkuat kerja sama regional dan merespons dinamika perubahan ekonomi global yang semakin sulit diprediksi.

Isu geopolitik serta fragmentasi ekonomi menjadi fokus utama forum ini di tengah dampak perang berkepanjangan di Ukraina dan Timur Tengah serta meningkatnya tren proteksionisme negara maju. Perkembangan tersebut secara langsung maupun tidak langsung dinilai memicu ketidakpastian pada perdagangan internasional, investasi, rantai pasok, harga energi, hingga ruang fiskal negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam sambutan pembukaannya, Pendiri dan Ekonom Senior INDEF, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa koordinasi regional dan kolaborasi kebijakan fiskal antarpemangku kepentingan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis.

Ia menekankan bahwa fungsi kebijakan perpajakan saat ini telah bertransformasi tidak hanya sebagai pengumpul penerimaan negara, tetapi juga alat penunjang daya saing, pendorong investasi, dan pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Malaysia, YBhg. Tan Sri Johan Mahmood Merican, menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya tata kelola kebijakan fiskal di Asia-Pasifik.

Ia menyoroti penguatan keadilan ekonomi melalui integrasi instrument perpajakan dengan filantropi Islam seperti zakat, infak, dan sedekah dalam kerangka pembangunan Malaysia Madani.

INDEF turut memetakan tiga tantangan utama perpajakan di kawasan Asia-Pasifik, yakni penerapan Global Minimum Tax melalui Pillar Two yang menuntut evaluasi ulang insentif fiskal, tantangan pemajakan atas pertumbuhan pesat ekonomi digital, serta kebutuhan instrumen pajak hijau untuk mendukung transisi energi yang adil.

Penyesuaian terhadap tiga isu ini dipandang sangat vital agar kebijakan fiskal tidak menciptakan beban ekonomi baru ataupun memperlebar ketimpangan. Forum selama dua hari ini diisi oleh deretan narasumber lintas negara, seperti Ketua Komisi XI DPR-RI Misbakhun, pimpinan MATA, hingga pakar internasional dari ITIC dan penasihat pemerintah.

Melalui APTF 2026, INDEF dan MATA berharap lahir rekomendasi kebijakan yang konkret untuk memperkuat kepastian hukum, mencegah persaingan pajak yang merugikan, serta membangun sistem perpajakan kawasan yang adaptif, tangguh, dan inklusif. (end)


📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info