IQPlus, (4/8) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengatakan penyelenggaraan Magang Nasional (MagangHub) 2026 akan fokus pada penguatan link and match antara lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dengan pasar kerja atau dunia industri.
Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono mengatakan, hal ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi Magang Nasional 2025, yaitu pentingnya memperkuat kualitas kecocokan antara peserta, posisi magang, kebutuhan industri, dan kompetensi yang ingin dikembangkan.
"Oleh karena itu, penyelenggaraan tahun ini diarahkan agar proses link and match lebih kuat, sebaran peserta lebih merata, bidang magang lebih beragam, dan posisi magang semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," kata Faried saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, ia mengatakan Magang Nasional merupakan salah satu instrumen penting untuk menjembatani transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Program ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan penempatan peserta magang, tetapi sebagai proses pembelajaran kerja yang terstruktur, melibatkan perusahaan sebagai tempat belajar, mentor sebagai pembimbing, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang terus diperbaiki.
Berdasarkan data Kemnaker, jumlah peserta magang mencapai sekitar 102,6 ribu orang dari total pendaftar sekitar 370,5 ribu orang, dengan keterlibatan 11.772 perusahaan/instansi pemerintah sebagai tempat magang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan lulusan muda terhadap pengalaman kerja nyata sangat besar, sekaligus memperlihatkan bahwa dunia usaha juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam peningkatan kompetensi calon tenaga kerja.
Dengan minat yang tinggi dari para lulusan perguruan tinggi dan dunia industri, Faried menilai aspek monitoring, evaluasi, dan tata kelola pun harus diperkuat sejak awal.
Ia mengatakan, program magang tidak cukup hanya berhasil dari sisi jumlah peserta, tetapi juga harus dipastikan kualitas pembelajaran, peran mentor, kepatuhan penyelenggara, pelaporan peserta, serta hasil pascaprogramnya.
"Oleh karena itu, pada penyelenggaraan tahun 2026, Kemnaker memperkuat pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggara dan mentor, serta pelacakan hasil peserta setelah program berakhir," ujar Faried.
Selain itu, Kemnaker juga mendorong agar program ini semakin inklusif. Dalam penyempurnaan program tahun 2026, perluasan sasaran peserta menjadi perhatian, termasuk membuka akses bagi peserta disabilitas.
"Dengan demikian, program Magang Nasional tidak hanya menjadi program peningkatan kompetensi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses kesempatan kerja yang lebih adil," kata Faried. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info