IQPlus, (30/7) - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII menilai proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, merupakan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.
"PSEL Legok Nangka merupakan pencapaian penting dalam pengembangan infrastruktur persampahan berbasis kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU di Indonesia," kata Plt Direktur Utama PII Andre Permana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Sehari sebelumnya, Rabu (29/7/2026), Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan peletakan batu pertama dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pengembangan proyek waste-to-energy itu di Jawa Barat.
Peletakan batu pertama ini menjadi tonggak penting dimulainya pembangunan salah satu proyek strategis nasional di sektor persampahan yang memanfaatkan teknologi waste-to-energy untuk mengolah sampah menjadi energi listrik.
Andre mengatakan sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan, perseroan berkomitmen mendukung keberhasilan proyek melalui penjaminan pemerintah yang meningkatkan kepastian investasi, memperkuat kepercayaan lembaga pembiayaan, dan mendorong partisipasi swasta dalam penyediaan infrastruktur publik.
"Kami berharap proyek ini menjadi model pengembangan infrastruktur hijau yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan," katanya.
Andre menambahkan penjaminan pemerintah yang diberikan perseroan tidak hanya meningkatkan kelayakan pembiayaan proyek, tetapi juga memberikan kepastian atas alokasi risiko sesuai prinsip KPBU, sehingga proyek dapat berjalan secara berkelanjutan hingga tahap operasi.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PII, badan usaha pelaksana serta seluruh pemangku kepentingan, PSEL TPPAS Regional Legok Nangka diharapkan dapat menjadi model pengembangan infrastruktur persampahan modern yang mampu mendukung pengurangan emisi, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup bagi masyarakat.
TPPAS Regional Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pengolahan sekira 2.131 ton sampah per hari. Fasilitas ini akan melayani enam wilayah di Jawa Barat, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.
Melalui pemanfaatan teknologi waste-to-energy, proyek strategis ini tidak hanya akan mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga memproduksi energi listrik ramah lingkungan yang akan berkontribusi pada bauran energi nasional. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info