← Kembali
Market News - INEW
EKSPOR THAILAND NAIK TAJAM TERUTAMA KARENA PERMINTAAN TIONGKOK
🕐 25/09/26 16:00 | IQPLUS
26757632

IQPlus, (25/9) - Ekspor Thailand mencatat pertumbuhan tercepat dalam lebih dari empat tahun, didorong oleh produk elektronik yang terkait dengan lonjakan kecerdasan buatan (AI) global serta tingginya permintaan dari Tiongkok akan durian dan manggis asal Thailand.

Volume ekspor melonjak 24,3 persen pada bulan Agustus dibandingkan periode yang sama tahun lalu pertumbuhan terkuat dalam 56 bulan dan meningkat dari 21,6 persen pada bulan Juli berdasarkan data yang dirilis Kementerian Perdagangan pada hari Jumat (25 September).

Sementara itu, impor naik 25,1 persen, melambat dibandingkan kenaikan 36,7 persen pada bulan sebelumnya.

Defisit perdagangan menyusut menjadi US$2,5 miliar dari US$3,6 miliar pada bulan Juli.

Pertumbuhan ekspor sedikit di bawah estimasi median sebesar 24,8 persen dalam survei ekonom Bloomberg, sementara impor meningkat lebih rendah dari perkiraan 30 persen. Para ekonom sebelumnya memperkirakan defisit perdagangan sebesar US$3,6 miliar.

Angka-angka terbaru ini memperkuat perkiraan Kementerian Perdagangan bahwa ekspor Thailand akan mencapai rekor tahun ini.

Sektor elektronik, yang mencakup hampir sepertiga dari total pengiriman, diperkirakan akan tetap menjadi pendorong utama seiring dengan peningkatan belanja perusahaan teknologi global untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Lonjakan ekspor ini terjadi bersamaan dengan peningkatan tajam investasi asing.

Permohonan insentif investasi mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 dan diprediksi akan melampaui angka tersebut pada tahun 2026, yang turut menambah kapasitas di sektor pusat data, elektronik, dan industri teknologi lainnya, seiring dengan keuntungan yang diperoleh Thailand dari pergeseran lebih luas dalam rantai pasok global.

Kementerian Perdagangan memperkirakan kinerja ekspor akan tetap kuat hingga akhir tahun, didukung oleh permintaan produk elektronik dan kepastian yang lebih jelas mengenai tarif AS.

Dengan peningkatan volume pengiriman sebesar 18,9 persen dalam delapan bulan pertama, pertumbuhan sepanjang tahun ini dapat mencapai 15 persen, ujar Nattiya Sujinda, Wakil Direktur Jenderal Kantor Kebijakan dan Strategi Perdagangan, pada hari Jumat.

Namun, momentum kuat ini mungkin sulit dipertahankan. Ekspor bisa saja terkontraksi pada tahun 2027 akibat tingginya harga minyak, tingginya tingkat persediaan, serta dampak dari pemesanan dalam jumlah besar yang dilakukan lebih awal (front-loading) yang membebani permintaan, tambahnya. (end/Bloomberg)
📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info