← Kembali
Market News - INEW
HARGA KONSUMEN AS KEMUNGKINAN NAIK MODERAT UNTUK BULAN JULI
🕐 12/08/26 11:12 | IQPLUS
22340311

IQPlus, (12/8) - Harga konsumen AS kemungkinan naik secara moderat pada bulan Juli, yang dapat semakin menurunkan ekspektasi pasar keuangan terhadap kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga tahun ini.

Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari Departemen Tenaga Kerja yang akan dirilis hari Rabu ini menyusul berita pekan lalu mengenai hilangnya lapangan kerja secara tak terduga pada bulan sebelumnya. Para ekonom menyatakan bahwa posisi Amerika Serikat sebagai eksportir bersih minyak dan pengurangan cadangan minyak bumi telah meredam dampak ekonomi akibat lonjakan harga minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, mereka menilai risiko inflasi cenderung meningkat, mengingat belum adanya penyelesaian terkait ketegangan AS-Israel dengan Iran. Dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Senin malam, Presiden Donald Trump menuding Iran sebagai "negosiator yang licik" dan memaparkan beberapa opsi yang dimilikinya saat ini dalam konflik tersebut antara lain membiarkan situasi berjalan apa adanya (*just bop along*) hingga Teheran mengalami kegagalan ekonomi, atau menyerang mereka dengan "sangat, sangat keras."

"Saya tidak memperkirakan adanya gejolak berarti saat angka-angka tersebut dirilis," ujar Sung Won Sohn, profesor keuangan dan ekonomi di Loyola Marymount University. "Menurut saya, The Fed tidak akan menaikkan maupun menurunkan suku bunga, kecuali jika kondisi memburuk, baik dari sisi pengangguran maupun IHK."

Survei Reuters terhadap para ekonom memprediksi IHK kemungkinan kembali naik 0,1% bulan lalu, setelah sempat turun 0,4% pada bulan Juni penurunan pertama dalam enam tahun terakhir. Selama periode 12 bulan hingga Juli, IHK diperkirakan naik 3,4%, setelah sebelumnya mencatat kenaikan 3,5% pada bulan Juni.

Kenaikan bulanan yang tipis pada IHK ini diperkirakan mencerminkan penurunan lebih lanjut harga bensin, yang rata-rata berada di angka $4,064 per galon pada bulan Juli dibandingkan $4,184 pada bulan Juni, menurut data Energy Information Administration. Harga bensin telah turun dari rata-rata $4,609 per galon pada bulan Mei.

Harga pangan kemungkinan naik tipis, sejalan dengan tren terkini. Harga barang termasuk perabotan rumah tangga dan pakaian, di tengah meredanya dampak penerusan biaya tarif kemungkinan menjadi faktor pendorong kenaikan moderat pada IHK tersebut.

Di luar komponen energi dan pangan yang fluktuatif, IHK (Indeks Harga Konsumen) diperkirakan naik 0,2% bulan lalu setelah tidak berubah pada bulan Juni. Angka tersebut mencerminkan kenaikan tahun-ke-tahun (year-on-year) sebesar 2,5% pada apa yang disebut sebagai inflasi IHK inti. (end/Reuters)
📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info