IQPlus, (15/10) - Ketatnya pasokan di pasar minyak solar (gasoil) global diperkirakan berlanjut hingga 2027 di tengah gangguan pasokan yang berkepanjangan serta eskalasi serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah, ungkap Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) pada Rabu (14/10).
Dalam Laporan Pasar Minyak (Oil Market Report) edisi Oktober 2026, IEA menyebutkan bahwa ekspor diesel global pada September turun 700.000 barel per hari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring gangguan pasokan yang berkepanjangan menyebabkan penurunan stok di luar tren musiman menjelang masa pemeliharaan kilang musim gugur dan puncak permintaan musim dingin.
Meski harga minyak solar global telah turun dari rekor tertinggi yakni lebih dari 200 dolar AS per barel pada September, harga acuan masih tercatat hampir dua kali lipat harga minyak mentah, sekaligus hampir dua kali lipat tingkatnya sendiri sebelum krisis.
IEA memperingatkan bahwa rekor harga minyak solar telah menimbulkan dampak ekonomi yang luas, menaikkan harga barang, serta memengaruhi pendapatan riil, aktivitas ekonomi, dan inflasi.
IEA menuturkan keseimbangan pasar minyak solar diperkirakan tetap ketat hingga jauh memasuki 2027, bergantung pada pemulihan pasokan produk minyak dari Timur Tengah. Badan tersebut menambahkan bahwa tanpa adanya pemulihan semacam itu, penurunan permintaan lebih lanjut mungkin diperlukan demi menyeimbangkan pasar, yang berpotensi menimbulkan biaya ekonomi yang tinggi.
Permintaan minyak global diperkirakan turun 2,5 juta barel per hari pada kuartal keempat 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk keseluruhan 2026, permintaan diperkirakan turun rata-rata 2,6 juta barel per hari dibandingkan 2025. Pada 2027, permintaan minyak diperkirakan pulih sebagian, yakni meningkat 2 juta barel per hari.
Meski demikian, konsumsi minyak global diproyeksikan masih 620.000 barel per hari, atau 0,6 persen lebih rendah dibandingkan tingkat pada 2025, menurut IEA.
Pasokan minyak global diproyeksikan turun rata-rata 5,8 juta barel per hari menjadi 100,7 juta barel per hari pada 2026, sebelum kembali naik sebesar 7,7 juta barel per hari pada 2027. Namun, serangan baru di kawasan Teluk berpotensi menghambat pemulihan tersebut, tutur IEA. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info