IQPlus, (20/8) - Saham dan obligasi Asia menguat pada hari Kamis (20 Agustus) karena rencana AS untuk membeli kembali obligasi pemerintah (Treasuries) berjangka panjang guna menekan biaya pinjaman endorong sentimen pasar. Nilai tukar dolar AS stabil setelah sempat merosot ke level terendah dalam tiga bulan.
Harga obligasi di Jepang, Australia, dan Selandia Baru semuanya naik, mengikuti penguatan Treasuries pada hari Rabu. Obligasi pemerintah AS menguat setelah Departemen Keuangan menyatakan akan setidaknya melipatgandakan volume pembelian kembali obligasi; langkah ini bertujuan menekan imbal hasil (yield) obligasi jangka panjang yang sebelumnya telah melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun turun satu basis poin menjadi 5,18 persen dalam perdagangan di Asia, setelah sebelumnya turun sembilan basis poin pada hari Rabu.
Imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun juga turun dengan besaran serupa menjadi 4,63 persen, melanjutkan penurunan enam basis poin yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Indeks Bloomberg untuk obligasi pemerintah AS dengan jatuh tempo 20 tahun ke atas melonjak 1,7 persen pada hari Rabu, mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak Februari 2025.
Indeks MSCI Asia Pasifik naik 1,6 persen, memutus tren penurunan selama dua hari berturut-turut, didorong oleh lonjakan 5,8 persen pada indeks Kospi Korea Selatan.
Saham-saham teknologi kembali menguat, dengan saham SK Hynix melonjak lebih dari 12 persen setelah produsen cip memori asal Korea tersebut mengumumkan rencana pembelian kembali saham (*buyback*).
Di antara pergerakan pasar utama, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2 persen pada pukul 10.45 pagi waktu Tokyo.
Kontrak berjangka Nikkei 225 (OSE) naik 1,1 persen, indeks Topix Jepang naik 1,1 persen, S&P/ASX 200 Australia naik 0,2 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,2 persen, dan Shanghai Composite naik 0,7 persen.
Bitcoin naik ke kisaran US$70.000 setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Kongres untuk mengesahkan rancangan undang-undang kripto yang penting, di saat Gedung Putih menjamu para eksekutif industri. (end/Bloomberg)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info