IQPlus, (7/8) - Pasar saham Asia menahan napas pada hari Jumat menantikan data ketenagakerjaan AS yang bisa menjadi penentu bagi keputusan suku bunga Federal Reserve bulan depan, sementara kenaikan harga minyak menjadi pengingat bahwa ketegangan di Timur Tengah masih jauh dari penyelesaian. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang bergerak datar dan mencatat penurunan mingguan sebesar 0,4%. Indeks Nikkei Jepang turun 0,9%, meskipun secara mingguan masih mencatatkan kenaikan 1,2%.
Indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,5% dan mencatat penurunan mingguan sebesar 5,0%, yang menandai penurunan selama tujuh minggu berturut-turut. Indeks ini sempat naik dua kali lipat pada paruh pertama tahun ini, didorong oleh lonjakan permintaan yang sangat tinggi terhadap saham-saham cip terkait AI. Indeks CSI 300 Tiongkok naik 0,2%.
Setelah mengalami volatilitas akibat kekhawatiran mengenai ketahanan reli pasar yang dipicu oleh AI, para investor kini sepenuhnya berfokus pada laporan ketenagakerjaan (payrolls) AS yang akan dirilis hari ini, yang bisa menjadi faktor krusial bagi prospek suku bunga.
Perkiraan pasar menunjukkan adanya penambahan 80.000 lapangan kerja pada bulan Juli setelah kenaikan 57.000 pada bulan Juni, dengan tingkat pengangguran diprediksi tetap stabil di angka 4,2%.
Situasi ini sangat krusial karena pasar tampak belum bisa menentukan arah langkah Federal Reserve bulan depan; kemungkinan kenaikan suku bunga dianggap sama besarnya dengan kemungkinan tidak adanya kenaikan (seperti melempar koin).
"Mengingat imbal hasil (yield) dan inflasi masih menjadi risiko utama bagi pasar saham, kami memperkirakan data NFP hari Jumat akan direspons dengan logika 'kabar baik adalah kabar buruk'," ujar Michael Feroli, kepala ekonom AS di JPMorgan. Ia menambahkan bahwa angka ketenagakerjaan yang kuat akan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama (*higher-for-longer*) dan memberikan tekanan kenaikan pada suku bunga.
Sebaliknya, pasar saham mungkin merespons positif laporan ketenagakerjaan yang lemah karena imbal hasil obligasi akan melandai dan ekspektasi kebijakan bergeser ke arah yang lebih longgar (*dovish*), tambah Feroli.
Kontrak berjangka Nasdaq bergerak datar, sementara kontrak berjangka S&P 500 turun 0,1%. Bursa-bursa Eropa diperkirakan akan dibuka melemah, dengan kontrak berjangka saham kawasan tersebut turun 0,2%. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info