IQPlus, (28/7) - Perusahaan infrastruktur konektivitas PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperluas portofolio bisnis ke layanan digital korporasi melalui peluncuran NewConnext guna menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan transformasi digital perusahaan.
Direktur Utama INET Muhammad Arif mengatakan NewConnext dijalankan melalui anak usaha perseroan, PT Data Prima Solusindo, untuk menyediakan layanan digital terintegrasi yang mencakup konektivitas, pusat data, otomasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga penyediaan tenaga profesional.
"Kehadiran NewConnext memperkuat kemampuan kami untuk masuk lebih dalam ke kebutuhan pelanggan korporasi, mulai dari konektivitas, infrastruktur pendukung, layanan digital, hingga solusi operasional yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan transformasi digital," kata Arif dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa.
Peluncuran layanan tersebut dilakukan di Jakarta pada Senin (27/7) di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital nasional seiring perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan (cloud computing), dan pertumbuhan ekonomi digital.
Menurut dia, perusahaan kini membutuhkan layanan digital yang terintegrasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
"Segmen korporasi membutuhkan mitra yang memahami infrastruktur, teknologi, dan kebutuhan operasional bisnis. Melalui NewConnext, kami ingin memperluas peran INET dari penyedia infrastruktur menjadi mitra pertumbuhan digital bagi pelanggan enterprise," ujarnya.
CEO NewConnext Noertattu Supanery mengatakan layanan yang dikembangkan mengintegrasikan infrastruktur kabel domestik dan internasional, pusat data, otomasi berbasis AI, serta solusi talenta profesional dalam satu ekosistem untuk mendukung transformasi digital pelanggan korporasi.
Ia menyebut layanan NewConnext mencakup konektivitas, infrastruktur teknologi informasi, dukungan pusat data, otomasi proses bisnis, serta penyediaan tenaga ahli sesuai kebutuhan operasional pelanggan.
Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya mencatat kapasitas pusat data nasional meningkat dari sekitar 180 megawatt (MW) pada Oktober 2024 menjadi 290 MW pada Juni 2025 sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan pemrosesan dan penyimpanan data di dalam negeri.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan infrastruktur pusat data menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan kecerdasan buatan dan penguatan ekonomi digital Indonesia.
Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam transformasi digital. Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) pada 2025 mencapai 44,53 poin, meningkat 1,19 poin dibandingkan tahun sebelumnya, meski pemerintah masih mendorong peningkatan kompetensi digital masyarakat.
Perusahaan berharap segmen korporasi menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap konektivitas, keamanan data, efisiensi operasional, dan pemanfaatan teknologi digital.
Lebih lanjut, Perseroan akan mengembangkan layanan NewConnext secara bertahap dengan tetap memperhatikan kesiapan operasional, tata kelola perusahaan, serta keberlanjutan layanan. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info