← Kembali
Market News - INEW
PASAR ASIA NAIK TIPIS DI AWAL PERDAGANGAN SELASA
🕐 04/08/26 08:06 | IQPLUS
21529157

IQPlus, (4/8) - Pasar Asia mencatatkan kenaikan yang hati-hati di awal perdagangan karena investor mengikuti reli global, dengan harga minyak bertahan di dekat level terendah dalam beberapa minggu karena konflik AS-Iran tetap buntu.

Indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI di luar Jepang naik 0,1%, dipimpin oleh saham Korea Selatan (.KS11), yang melonjak hingga 2,1%. Nikkei 225 Jepang (.N225), turun 0,3%, sementara futures e-mini S&P 500 naik tipis 0,1%.

Semalam, pasar mendapat kepercayaan diri dari data yang menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun pada bulan Juli, yang mendorong Dow Jones Industrial Average (.DJI) mencapai rekor penutupan tertinggi.

"Pasar aset berisiko jelas telah berbalik arah," kata Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group di Melbourne. "Jika nada konstruktif dari pasar ekuitas Eropa dan AS berlanjut, pembeli akan muncul di awal sesi dan memberikan dukungan untuk aset berisiko regional."

Harga minyak mengalami kenaikan terbatas saat perdagangan dilanjutkan di Asia, dengan minyak mentah Brent naik 0,6% menjadi $84,29 per barel, setelah jatuh ke level terendah tiga minggu pada hari Senin karena Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah menunda serangan baru terhadap Iran sebagai isyarat niat baik dalam pembicaraan perdamaian. Namun, Teheran membantah bahwa negosiasi apa pun sedang berlangsung.

Terhadap yen, dolar AS naik 0,3% menjadi 157,625 yen, membangun kembali kekuatannya setelah intervensi terkoordinasi oleh otoritas AS dan Jepang untuk menopang yen pekan lalu.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang, berada di dekat level terendah dalam dua bulan terakhir di 99,99.

Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik 0,2 basis poin menjadi 4,684%.

Harga pasar terus menunjukkan bahwa pertemuan Federal Reserve bulan September akan membawa kenaikan suku bunga. Kontrak berjangka dana Fed memperkirakan probabilitas tersirat sebesar 65% untuk kenaikan 25 basis poin pada pertemuan dua hari berikutnya bank sentral AS yang berakhir pada 16 September, menurut alat FedWatch dari CME Group. Iklan

Presiden Bank Federal Reserve New York, John Williams, mengatakan ia tetap optimis bahwa tekanan inflasi akan mereda secara bertahap, tetapi mengatakan Fed akan menaikkan suku bunga jika inflasi tidak melambat.

Dalam mata uang kripto, bitcoin dan ether sama-sama turun 0,5% menjadi $63.446,35 dan $1.857,44 masing-masing. (end/Reuters)
📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info