IQPlus, (6/8) - Saham perusahaan asuransi besar yang terdaftar di Hong Kong, dipimpin oleh Prudential dan AIA Group, turun tajam pada hari Kamis (6 Agustus) setelah Caixin melaporkan otoritas pajak Tiongkok daratan memungut pajak atas pendapatan polis asuransi yang diperoleh di luar negeri.
Otoritas Beijing dan Hangzhou telah mulai menerapkan tarif pajak penghasilan pribadi sebesar 20 persen atas pengembalian polis asuransi Hong Kong, termasuk pembayaran dividen dan bunga yang diperoleh dari premi yang dibayar di muka, publikasi bisnis Tiongkok melaporkan pada hari Rabu.
Langkah ini dipandang oleh para analis sebagai potensi mempertajam pengawasan Tiongkok terhadap investasi luar negeri.
Kementerian Keuangan Tiongkok dan Badan Regulasi Keuangan Nasional belum menanggapi permintaan komentar Reuters.
Perusahaan asuransi yang berbasis di luar negeri memperoleh sebagian besar bisnis mereka dari pelanggan di Tiongkok daratan, dan berita perpajakan memicu kekhawatiran bahwa penjualan polis asuransi dan produk keuangan lainnya akan melambat.
AIA menolak berkomentar. Prudential, HSBC, Standard Chartered, perusahaan asuransi yang berbasis di Hong Kong, FWD Group, dan perusahaan asuransi Tiongkok Ping An Insurance dan China Life Insurance tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email.
Saham AIA turun 8,2 persen, Prudential turun lebih dari 5% menyusul penurunan 13 persen pada saham-saham yang terdaftar di Inggris, dan FWD turun 4,5 persen, menyeret Indeks Hang Seng Hong Kong lebih dari 2 persen lebih rendah pada awal perdagangan pada hari Kamis.
Asuransi Hong Kong telah lama menjadi saluran bagi investor Tiongkok yang membeli aset di luar negeri, dengan kebijakan yang memberikan perlindungan lebih dibandingkan yang tersedia di Tiongkok daratan, dan produk tabungan dan investasi terkait sebagian besar dalam mata uang dolar AS.
Penurunan imbal hasil obligasi dalam negeri menurunkan imbal hasil asuransi dalam negeri, yang selanjutnya mendorong permintaan produk luar negeri dalam beberapa tahun terakhir.
Saham Ping An dan China Life Insurance turun lebih dari 1 persen karena kedua perusahaan tersebut memiliki bisnis luar negeri yang cukup besar dengan aset di Hong Kong.
Saham HSBC yang terdaftar di Hong Kong turun 2,2 persen dan Standard Chartered turun 1 persen. Keduanya memiliki unit asuransi yang besar. HSBC Life menduduki peringkat No. 1 di pasar asuransi jiwa Hong Kong untuk penjualan baru, dengan pangsa pasar sebesar 27 persen pada akhir Maret, menurut data terbaru Otoritas Asuransi. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info