IQPlus, (31/7) - Pasar Asia menguat tajam bersama Wall Street pada hari Jumat karena pasar Korea Selatan yang terpukul mencatatkan rekor pemulihan, membangkitkan harapan bahwa aksi jual aset terkait AI baru-baru ini mungkin mulai mereda.
Yen juga menjadi sorotan utama, berada pada jarak tertentu dari titik terendah 40 tahun setelah dugaan intervensi terkoordinasi dari berbagai otoritas, yang terjadi menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ) di kemudian hari.
Imbal hasil obligasi Treasury AS jangka panjang bertahan di dekat level tertinggi 19 tahun sementara imbal hasil jangka pendek menurun, mempercuram kurva karena keraguan tumbuh atas kemampuan Federal Reserve untuk menstabilkan ekspektasi inflasi.
Kospi Korea Selatan melonjak 14% tak lama setelah pembukaan pada hari Jumat, membalikkan kerugian besar dari awal pekan. Indeks Nikkei Jepang juga naik 5% dan indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI di luar Jepang naik 3%.
Hal itu menyusul lonjakan saham-saham unggulan AI, Microsoft dan Amazon, semalam, yang mengangkat saham-saham chip secara luas setelah pendapatan dan perkiraan yang optimis dari kedua perusahaan tersebut meredakan kekhawatiran atas pengeluaran modal yang besar.
"Baik pendapatan maupun sentimen pasar agak kembali pulih setelah pergerakan yang terlalu berlebihan di awal minggu," kata Fabien Yip, analis pasar di IG.
Kisah permintaan AI sebenarnya tidak melambat, tampaknya masih berkelanjutan. Jadi aksi jual yang kita lihat mungkin pasar bereaksi berlebihan terhadap beberapa kekhawatiran seputar (pengeluaran modal)."
Meskipun terjadi pembalikan keadaan pada hari Jumat, Kospi masih diperkirakan akan kehilangan 24% pada bulan Juli, menandai kerugian bulanan terbesar sejak tahun 1997.
Pergerakan pasar yang liar telah mendorong otoritas Korea Selatan untuk mengendalikan produk-produk leverage yang telah menimbulkan kekacauan dan menghapus tabungan beberapa investor ritel.
"(Sentimen pasar) rapuh seputar debat AI," kata Ji Young Park, manajer portofolio ekuitas EM senior di Amundi. "Kinerja pasar sempit di Asia di luar Jepang, sebagian besar terkait dengan AI mengingat koreksi tajam yang telah kita alami di seluruh pasar yang memiliki eksposur AI, kami percaya kita hampir mencapai akhir dari volatilitas yang berkepanjangan ini."
Kontrak berjangka Nasdaq naik 0,87% dan kontrak berjangka S&P 500 bertambah 0,29%. Di Eropa, kontrak berjangka EUROSTOXX 50 naik 0,57%, sementara kontrak berjangka FTSE dan kontrak berjangka DAX masing-masing naik 0,4%. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info