IQPlus, (11/8) - Pemerintah Singapura telah menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Singapura untuk tahun 2026 ke kisaran 4,5 hingga 5,5 persen naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 2 hingga 4 persen seiring dengan lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) global yang kian pesat, yang turut mendongkrak prospek ekonomi yang sangat bergantung pada perdagangan ini untuk sisa tahun tersebut.
Revisi yang diumumkan oleh Kementerian Perdagangan dan Perindustrian (MTI) pada Selasa (11 Agustus) pagi ini dilakukan menyusul kinerja semester pertama tahun 2026 yang melampaui ekspektasi, di mana ekonomi tumbuh sebesar 6,1 persen secara tahunan (*year-on-year*).
Pada kuartal kedua saja, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya; angka ini sedikit melambat dari laju pertumbuhan 6,3 persen yang tercatat pada kuartal pertama, namun tetap jauh melampaui jalur pertumbuhan yang sebelumnya diproyeksikan oleh kementerian pada awal tahun ini.
Secara kuartalan dengan penyesuaian musiman, perekonomian tumbuh sebesar 1,4 persen pada kuartal kedua, melanjutkan ekspansi sebesar 1,2 persen yang tercatat pada tiga bulan pertama tahun ini.
Angka akhir untuk kuartal kedua tersebut merupakan revisi naik dari estimasi awal sebesar 5,7 persen. Kenaikan sebesar 0,2 poin persentase ini mencerminkan tingkat output yang lebih kuat dibandingkan angka awal di sektor manufaktur dan jasa, setelah data survei yang lebih lengkap diperoleh.
Pertumbuhan pada kuartal kedua ditopang oleh sektor manufaktur, perdagangan besar, serta keuangan dan asuransi, ungkap MTI.
Output manufaktur melonjak 12,5 persen secara tahunan, terutama didorong oleh klaster elektronik dan rekayasa presisi, seiring dengan kuatnya permintaan global akan semikonduktor terkait AI termasuk cip jaringan dan memori yang berdampak langsung pada lini produksi di dalam negeri.
Sektor perdagangan grosir tumbuh 8,3 persen, ditopang oleh segmen mesin, peralatan, dan perlengkapan; sementara sektor keuangan dan asuransi tumbuh 6,2 persen berkat kuatnya pertumbuhan kredit dan pendapatan berbasis biaya (*fee income*) di segmen perbankan, serta pertumbuhan dua digit pada biaya dan komisi pengelolaan dana.
Sektor layanan makanan dan minuman menjadi sektor yang tertinggal secara signifikan, dengan kontraksi sebesar 1,5 persen secara tahunan; hal ini disebabkan oleh meningkatnya perjalanan warga ke luar negeri serta melambatnya arus kedatangan pengunjung yang turut menekan belanja domestik. (end/bussinesstimes.com)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info