IQPlus, (21/7) - Rumah tangga di Singapura sedikit meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan harga dalam waktu dekat, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian global, gangguan rantai pasokan, dan ancaman tarif baru.
Ekspektasi inflasi utama satu tahun ke depan naik menjadi rata-rata 3,4 persen pada bulan Juni, naik dari 3,3 persen pada bulan Maret, menurut survei Indeks Ekspektasi Inflasi Singapura (Sindex) terbaru yang dilakukan oleh DBS Group Research dan Singapore Management University (SMU).
Ekspektasi inflasi inti, yang tidak termasuk biaya akomodasi dan transportasi pribadi yang fluktuatif, mencerminkan tren ini, juga naik menjadi 3,4 persen dari 3,3 persen pada kuartal sebelumnya.
"Tahun 2026 telah menyaksikan peningkatan inflasi global, didorong oleh kendala sisi penawaran produk energi akibat konflik di Timur Tengah dan tarikan sisi permintaan dari siklus Kecerdasan Buatan (AI)," kata Dr. Taimur Baig, kepala ekonom di DBS.
Dari 536 responden yang disurvei pada bulan Juni, 87,7 persen percaya inflasi akan meningkat selama tahun depan, sedikit menurun dari 88,3 persen pada bulan Maret.
Para responden mewakili berbagai kalangan rumah tangga dan penduduk Singapura, kata DBS dan SMU. Karyawan yang bekerja di sektor-sektor tertentu seperti jurnalisme dan pemasaran dikecualikan untuk mencegah latar belakang profesional mereka memengaruhi tanggapan mereka.
Di antara mereka yang memperkirakan kenaikan harga, 57,8 persen menyebutkan ketidakpastian geopolitik dan konflik yang melibatkan Hamas, Israel, Ukraina, Rusia, dan Iran. Gangguan rantai pasokan disebutkan oleh 14,3 persen, sementara 9,4 persen menyalahkan ketidakpastian kebijakan perdagangan yang lebih tinggi, seperti tarif.
"Hasil survei menunjukkan tekanan harga yang meningkat dicatat oleh konsumen, tetapi tidak ada tanda-tanda pergeseran sentimen yang tidak teratur atau merugikan terkait biaya hidup," kata Dr. Baig. (end/bussinesstimes.com)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info