IQPlus, (28/10) - PT Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan mengoptimalkan pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sejumlah wilayah tanah air.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan pemantauan stok dan penyaluran BBM terus dilakukan secara berkala, disertai prioritas pengiriman ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan.
"Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Selanjutnya, ia mengatakan koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU juga terus diperkuat agar pasokan dapat segera diterima dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
Menurut Kitty, berdasarkan pemantauan operasional pada Selasa (27/10), kondisi antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara telah kembali terkendali.
Sementara itu, antrean di Lampung dan Gorontalo terus menunjukkan tren penurunan.
"Pertamina Patra Niaga tetap mengintensifkan pemantauan dan langkah penanganan untuk menjaga kelancaran distribusi serta pelayanan BBM kepada masyarakat," katanya menambahkan.
Penguatan distribusi juga dilakukan melalui penambahan armada dan optimalisasi operasional terminal.
Di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga menambah 41 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas total 1.184 kiloliter (kl), mengoperasikan sejumlah terminal selama 24 jam, serta mengoptimalkan layanan di 17 SPBU yang beroperasi 24 jam.
Di Sulawesi Utara, ditambahkan 11 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas 200 kl, sementara operasional Integrated Terminal (IT) Bitung diperpanjang menjadi 24 jam.
Adapun di Lampung, penguatan distribusi dilakukan melalui penambahan 20 mobil tangki dengan kapasitas 320 kl, serta pengalihan pasokan dari IT Palembang sebesar 120 kl.
Secara nasional, tambah Kitty, Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang menjadi perhatian, mengalihkan pasokan dari terminal penyangga apabila diperlukan, serta mengatur jadwal mobil tangki berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah.
Pemantauan dilakukan hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU guna memastikan proses distribusi berjalan optimal.
"Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait," kata Kitty menambahkan.
Selain memperkuat pasokan, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan pengawasan distribusi dan pengaturan antrean di SPBU.
"Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi serta memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan," ujar Kitty. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info