← Kembali
Stock News - ADMF
ADIRA FINANCE CATAT KINERJA POSITIF DI 9M26, LABA BERSIH MENCAPAI RP1,6 TRILIUN
🕐 30/10/26 16:11 | IQPLUS
30257908

IQPlus, (30/10) - Penjualan Kendaraan Nasional Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi. Ekonomi global masih berada di bawah tekanan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026 akibat berlanjutnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi dan inflasi.

Dalam siaran pers ADMF (30/10) Kondisi tersebut turut memengaruhi kebijakan moneter, termasuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps menjadi 3,75%-4,00% pada September 2026.

Di dalam negeri, konsumsi rumah tangga tetap terjaga dengan dukungan stimulus fiskal dan program prioritas Pemerintah. Namun demikian, tekanan terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah, serta risiko kenaikan harga energi dan pelemahan nilai tukar Rupiah masih menjadi tantangan bagi pertumbuhan permintaan konsumen.

Di tengah berbagai tekanan tersebut, industri otomotif masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penjualan ritel sepeda motor baru meningkat sebesar 10% (yoy) menjadi 5,1 juta unit, sementara penjualan ritel mobil baru tumbuh sebesar 16% (yoy) menjadi 676 ribu unit.

Adira Finance Jaga Momentum Pertumbuhan, Pembiayaan Baru Naik 13%

Seiring dengan pertumbuhan positif di industri otomotif, Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp35,1 triliun sepanjang sembilan bulan tahun 2026, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didukung oleh peningkatan pembiayaan di seluruh segmen baik otomotif maupun non otomotif. Pada akhir September 2026, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan mencapai Rp65,8 triliun, meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk mendukung pengembangan bisnis, Adira Finance terus mengoptimalkan jaringan usaha yang kini mencapai 847 kantor cabang dan kantor satelit di seluruh Indonesia.

Selain mencatatkan pertumbuhan bisnis, Adira Finance juga melanjutkan penguatan operasional pascamerger dengan Mandala Finance. Pada Oktober 2026, Perusahaan memasuki tahap Operational Day 1 (OD1), yang menandai penyatuan operasional kedua perusahaan. Integrasi ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan jaringan dan kapabilitas bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta membuka peluang pertumbuhan pembiayaan yang lebih luas.

"Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan. Di saat yang sama, integrasi operasional pascamerger menjadi momentum penting bagi Adira Finance untuk meningkatkan produktivitas jaringan, mengoptimalkan sinergi dengan Bank Danamon dan MUFG Group, serta memperkuat daya saing Perusahaan ke depan,"Kata Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance.

Adira Finance Catat Pertumbuhan Laba dan Kualitas Aset yang Terjaga di 9M26

Dari sisi keuangan, Adira Finance membukukan total pendapatan sebesar Rp9,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total beban relatif stabil di kisaran Rp7,6 triliun, antara lain didukung oleh penurunan beban bunga dan beban penyisihan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar 14% dan 10% (yoy). Dengan pertumbuhan pendapatan dan beban yang tetap terkendali, laba bersih Perusahaan meningkat 56% menjadi Rp1,6 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan, kualitas aset Perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross konsolidasian tercatat sebesar 1,8% pada September 2026, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,1%. Ke depan, Perusahaan akan terus menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan proses underwriting yang prudent serta penguatan aktivitas monitoring dan collection.

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menyampaikan bahwa ke depan, Perusahaan akan terus menjaga profitabilitas melalui pertumbuhan pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, serta peningkatan efisiensi operasional. Di tengah dinamika suku bunga dan tekanan daya beli masyarakat, Perusahaan akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar dan menyesuaikan strategi bisnis secara terukur untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan. (end)












📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info