IQPlus, (2/11) - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan pendapatan neto Rp101,29 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, naik sekitar 7,2 persen dari Rp94,48 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 September 2026, beban pokok pendapatan naik sekitar 6,6 persen menjadi Rp79,09 triliun, sehingga laba bruto tumbuh sekitar 9,4 persen menjadi Rp22,20 triliun dari Rp20,30 triliun. Beban penjualan dan distribusi naik sekitar 9,5 persen menjadi Rp18,13 triliun, dan beban umum dan administrasi naik sekitar 7,3 persen menjadi Rp1,83 triliun. Laba usaha naik sekitar 7,9 persen menjadi Rp3,19 triliun.
Laba tahun berjalan tercatat Rp2,56 triliun, naik sekitar 5,7 persen dari Rp2,42 triliun. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik sekitar 3,8 persen menjadi Rp2,40 triliun dari Rp2,31 triliun, sedangkan bagian kepentingan nonpengendali naik sekitar 47 persen menjadi Rp156,1 miliar dari Rp106,0 miliar. Laba per saham untuk pemilik induk naik menjadi Rp58,43 dari Rp55,75. Namun total penghasilan komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik induk turun sekitar 2,5 persen menjadi Rp2,21 triliun dari Rp2,27 triliun, karena kerugian neto instrumen ekuitas yang dicatat melalui penghasilan komprehensif lain mencapai Rp189,8 miliar, dari Rp42,8 miliar setahun sebelumnya.
Dari sisi liabilitas, total liabilitas per 30 September 2026 turun sekitar 2,1 persen menjadi Rp22,71 triliun dari Rp23,20 triliun pada akhir 2025. Liabilitas jangka pendek nyaris tidak berubah di Rp20,56 triliun, dengan utang usaha pihak ketiga turun menjadi Rp13,49 triliun dari Rp14,16 triliun. Penurunan datang dari liabilitas jangka panjang yang turun sekitar 18,6 persen menjadi Rp2,15 triliun dari Rp2,64 triliun, setelah utang bank tidak lagi tercatat, padahal akhir 2025 masih sekitar Rp761 miliar (jangka pendek dan panjang).
Total aset turun tipis sekitar 0,7 persen menjadi Rp42,29 triliun dari Rp42,58 triliun. Aset lancar turun menjadi Rp20,75 triliun dari Rp21,92 triliun, terutama karena kas dan setara kas turun sekitar 24 persen menjadi Rp3,57 triliun dari Rp4,68 triliun, sementara persediaan naik menjadi Rp13,61 triliun dari Rp13,35 triliun. Aset tidak lancar naik sekitar 4,2 persen menjadi Rp21,54 triliun, dengan aset tetap bersih Rp9,98 triliun dan aset hak guna Rp8,79 triliun. Total ekuitas naik menjadi Rp19,58 triliun dari Rp19,38 triliun, dengan saham treasuri bertambah menjadi Rp812,5 miliar dari Rp279,6 miliar. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info