IQPlus, (14/10) - PT Bank Jago Tbk dan Indonesia Mengajar bekerja sama menerjunkan fasilitator kesehatan finansial yang akan mendampingi masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago Andy Djiwandono, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan kemampuan masyarakat di wilayah 3T dalam mengelola pendapatan dan prioritas kebutuhan keluarga menjadi sangat krusial agar mereka bisa mandiri secara ekonomi.
Untuk itu, program ini diharapkan menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan keuangan formal.
"Dengan aspirasi meningkatkan kesempatan tumbuh berjuta orang melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan, kami ingin memastikan edukasi keuangan tidak cuma milik masyarakat di kota-kota besar tetapi juga dirasakan langsung masyarakat di pelosok, seperti Sabu Raijua," kata Andy.
Menurut perseroan, Sabu Raijua terpilih sebagai lokasi program karena memiliki kerentanan sosial-ekonomi yang tergolong tinggi di wilayah 3T.
Sustainability Program Activation Specialist Bank Jago Andhina Ratri Aryani menambahkan bahwa keterlibatan pengajar muda menjadi jembatan yang efektif untuk mentransfer pengetahuan tentang pengelolaan dan perencanaan keuangan.
Menurutnya, pengajar muda memiliki kedekatan emosional dan sosial yang kuat dengan masyarakat di tempat mereka bertugas sehingga pesan-pesan edukasi dapat diterima dengan mudah.
"Dengan peran tambahan sebagai fasilitator kesehatan finansial, kami optimistis materi yang diajarkan dapat dipahami dan membawa dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari warga Sabu Raijua," kata Andhina.
Sebelum diberangkatkan, empat pengajar muda dari Indonesia Mengajar menerima pembekalan intensif dari tim Sustainability Bank Jago untuk menjadi fasilitator kesehatan finansial.
Sesi pembekalan ini mencakup materi, metode pendekatan sosial-budaya, hingga strategi pendampingan kesehatan finansial yang relevan dengan kebutuhan harian masyarakat lokal.
Di Sabu Raijua, program edukasi yang dibawakan para fasilitator kesehatan finansial tidak hanya berfokus pada teori menabung.
Lebih dari itu, edukasi mencakup perencanaan anggaran rumah tangga, pengenalan produk keuangan yang aman, perlindungan diri dari kejahatan finansial atau pinjaman ilegal, hingga pengelolaan modal usaha kecil.
Collaboration Project Manager Indonesia Mengajar Anindita Rauda Kirana menilai aspirasi Bank Jago sangat sejalan dengan cara kerja Indonesia Mengajar yang selalu mengedepankan interaksi langsung dan rasa percaya dari masyarakat lokal.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran pengajar muda yang hidup berdampingan dengan warga menjadi modal utama agar materi kesehatan finansial dapat diterima dengan mudah hingga ke pelosok desa.
"Di daerah seperti Sabu Raijua, tantangan ekonomi warga seringkali berakar dari minimnya akses informasi pengelolaan uang yang benar. Lewat pendampingan ini, Pengajar Muda tidak hanya membawa ilmu di sekolah tapi juga ikut membentengi ekonomi keluarga warga dari risiko finansial," kata Anindita. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info