IQPlus, (20/8) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan penambahan 150 ribu ton program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan guna membantu peternak mikro menghadapi kenaikan biaya pakan sekaligus menjaga stabilitas harga telur dan ayam.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan upaya itu sebagai langkah nyata pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi ekosistem peternak unggas nasional, terutama kepada peternak skala mikro yang rentan terhadap fluktuasi harga pakan.
"Untuk itu, program SPHP jagung pakan telah diusulkan penambahan kuota hingga 150 ribu ton," kata Ketut dikodirmasi di Jakarta, Kamis.
Bapanas menyatakan program SPHP jagung pakan tahun 2026 telah dimulai sejak awal Mei. Total kuota salur sebelumnya ditetapkan sebanyak 213,2 ribu ton yang terdiri dari kebutuhan jagung pakan bagi kelompok peternak skala usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kuota sebanyak 138,65 ribu ton dengan asumsi kebutuhan tiga bulan bagi kelompok peternak mikro. Kemudian 50,37 ribu ton dengan asumsi kebutuhan 2 bulan bagi kelompok peternak kecil dan 24,17 ribu ton dengan asumsi kebutuhan 1 bulan bagi peternak menengah.
Bapanas secara resmi telah mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk dapat diadakan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas)
Ketut menuturkan sebelumnya Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah mengundang seluruh asosiasi peternakan telur di Surabaya untuk memastikan pemerintah akan melakukan intervensi.
"Sudah disepakati untuk mengendalikan harga, unlock-nya harga telur di tingkat produsen ini, Bapak Kepala Bapanas sudah memutuskan untuk menambah SPHP jagung sebanyak 150 ribu on," jelas Ketut.
Meski begitu, Bapanas masih menunggu hasil Rakortas di Kemenko Pangan, sehingga dapat membantu peternak yang menghadapi kondisi harga pakan.
"Kemudian DOC (Day Old Chicks) dan lain sebagainya. Dengan adanya tambahan SPHP jagung ini, harapan kita peternak masih bisa membeli pakan dengan harga yang relatif wajar," ucap Ketut.
Bapanas mencatat realisasi salur SPHP jagung pakan per 18 Agustus telah mencapai 49,97 persen dari total target 213,2 ribu ton. Secara kuantitas sebanyak 120,31 ribu ton telah diakses peternak yang tersebar di 28 provinsi.
Daerah dengan jumlah peternak tertinggi adalah Jawa Timur dengan 3.672 peternak dan Jawa Tengah 2.012 peternak.
"Dengan kendali-kendali yang kita lakukan, mudah-mudahan relatif harga telur baik di produsen maupun di konsumen," jelas Ketut.
Ia menambahkan harga telur di tingkat peternak saat ini masih belum menyentuh Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah di Rp26.500 per kilogram (kg). Upaya eskalasi harga terus dilakukan pemerintah agar level harga peternak dapat lebih membaik.
"Tapi kalau kita melihat di sisi konsumen memang juga masih di bawah Rp30.000 per kg," tuturnya. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info