IQPlus, (22/10) - Membangun bisnis pakaian bayi dan anak membutuhkan lebih dari sekadar memahami produk yang diminati pasar. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga perlu memastikan pengelolaan arus kas berjalan baik, modal kerja tetap tangguh, dan ketersediaan bahan baku terpenuhi agar pertumbuhan bisnis berlangsung berkelanjutan.
Hal inilah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Cuit Babywear dalam mengembangkan skala usahanya. Melalui fasilitas kredit UMKM dan ekosistem pemberdayaan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA), jenama pakaian anak asal Bandung ini berhasil membenahi operasional, memperkuat kapasitas rantai pasok, hingga mencetak lompatan pertumbuhan omzet beberapa tahun terakhir.
Direktur sekaligus Owner Cuit Babywear Hans Saputra mengungkap, dia mulai merintis bisnis pada 2016 berkat kejelian melihat permintaan pakaian bayi yang konsisten tanpa bergantung tren tertentu. Mengandalkan penjualan daring (online) di awal pendiriannya, Cuit Babywear mengalami pertumbuhan pesat hingga mendorong perusahaan untuk merambah toko fisik secara agresif pada 2021. Namun, pada 2022 perusahaan sempat mengalami tekanan likuiditas akibat ekspansi terlampau cepat tanpa diimbangi kesiapan tata kelola operasional dan manajemen rantai pasok yang memadai.
"Waktu itu saya terlalu percaya diri dan terburu-buru berekspansi. Untuk itu, kami harus belajar lagi dari awal, mulai dari menata supply chain, strategi pemasaran, sampai pada tata kelola perusahaan yang lebih sehat," kenang Hans di Bandung, Selasa (13/10).
Di tengah upaya pembenahan fundamental bisnis tersebut, Cuit Babywear mulai memanfaatkan fasilitas pembiayaan UMKM dari BCA pada 2022. Kucuran kredit kegiatan usaha berkelanjutan ini memberikan ruang finansial bagi Cuit Babywear untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, memperbaiki infrastruktur, hingga memperkuat strategi pemasaran.
"Dengan dukungan kredit usaha dari BCA, kami punya ruang untuk berbenah dengan tenang dan terukur. Kami memilih kredit UMKM BCA karena bunganya kompetitif, kemudahan akses jaringan kantor cabang yang luas, serta kualitas pelayanan BCA yang sudah diakui. Fasilitas ini sangat vital untuk menjaga perputaran bisnis kami," tambah Hans.
Tidak berhenti pada permodalan, perusahaan juga merasakan manfaat dari program pembinaan BCA, mendapatkan kesempatan memperluas jejaring dan keikutsertaan dalam gelaran BCA UMKM Fest maupun BCA Bangga Lokal. Cuit Babywear konsisten menjadi salah satu toko dengan nilai penjualan tertinggi secara online pada perhelatan BCA UMKM Fest 2025 dan 2026.
Berkat manajemen operasional yang semakin matang dan dukungan likuiditas yang terjaga, Cuit Babywear kini memetik hasil manis. Perusahaan mencatat lonjakan penjualan sekitar 100% pada 2023, disusul pertumbuhan sekitar 200% secara beruntun pada 2024 dan 2025. Pada tahun 2026, Cuit Babywear menargetkan pertumbuhan stabil mendekati 100% dengan jaringan distribusi yang kini telah merambah kota-kota besar di Pulau Jawa, utamanya Jabodetabek, hingga ke luar pulau.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyampaikan, "BCA menyadari bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Kisah resiliensi Cuit Babywear merupakan cerminan komitmen perseroan dalam menjalankan tiga pilar utama pemberdayaan UMKM: Pembinaan, Penyediaan Infrastruktur Pembayaran, serta Solusi Kebutuhan Pembiayaan. Kami bersyukur dukungan yang kami berikan dapat menjadi katalisator bagi UMKM untuk naik kelas secara berkelanjutan".
Komitmen dukungan pembiayaan BCA bagi pelaku UKM tercermin dari angka penyaluran kredit BCA di segmen tersebut, yang per Juli 2026 tumbuh 6,9%, menyentuh Rp134 triliun. Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan kredit UKM industri perbankan yang mencapai 1,2% YoY berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada waktu yang sama.
Selain penyaluran pembiayaan, BCA menghadirkan dukungan komprehensif bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Selain itu, sebanyak 1.829 UMKM telah mengikuti program pelatihan bisnis yang didukung 43 modul pembelajaran dan 52 jam pelatihan, serta program pendampingan seperti pelatihan ekspor, literasi keuangan, dan digitalisasi usaha guna membantu produk lokal menembus pasar yang lebih luas. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info