← Kembali
Stock News - BBRI
BRI : BUYBACK BERTAHAP CERMINKAN KEYAKINAN TERHADAP FUNDAMENTAL BISNIS
🕐 27/10/26 09:58 | IQPLUS
29935877

IQPlus, (27/10) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyampaikan pembelian kembali saham (buyback) secara bertahap mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan buyback secara bertahap merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan ketentuan yang berlaku.

"Perseroan tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Dhanny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, keputusan buyback turut mempertimbangkan dinamika pasar global, termasuk ketidakpastian ekonomi, tensi geopolitik, pergerakan harga komoditas, serta arus modal yang memengaruhi volatilitas pasar keuangan Indonesia.

Adapun sejumlah aksi buyback telah dilakukan bank BUMN tersebut dalam beberapa periode terakhir. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 24 Maret 2025, pemegang saham telah menyetujui pelaksanaan buyback saham dengan nilai sebesar-besarnya Rp3 triliun, yang dapat dilakukan melalui bursa efek maupun di luar bursa efek, baik secara bertahap maupun sekaligus sesuai ketentuan yang berlaku.

Memasuki 2026, perseroan kembali melanjutkan langkah tersebut melalui pelaksanaan buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada 12 Juni 2026, perseroan mengalokasikan dana sebesar-besarnya Rp500 miliar untuk pelaksanaan buyback tahap I pada periode 12 Juni hingga 11 September 2026.

Selanjutnya, melalui keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026, perseroan kembali mengumumkan rencana pelaksanaan buyback tahap II dengan nilai sebesar-besarnya Rp1 triliun. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.

Hingga akhir triwulan II 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun.

Total aset tercatat tumbuh 11,7 persen secara tahunan menjadi Rp2.352 triliun, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6,7 persen menjadi Rp1.581 triliun, sementara penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.

Kinerja tersebut juga didukung oleh posisi permodalan dan likuiditas yang kuat. Capital adequacy ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 21,5 persen, sementara loan to deposit ratio (LDR) berada pada level 90,8 persen.

Menurut perseroan, posisi itu memberikan ruang yang memadai untuk terus menjalankan fungsi intermediasi dan menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

Dhanny pun menegaskan bahwa perseroan akan tetap berfokus pada penguatan kinerja bisnis dan mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

"Dengan fundamental dan permodalan yang kuat, kami optimistis BRI memiliki ruang untuk terus bertumbuh serta memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang," kata Dhanny. (end/ant)


📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info