← Kembali
Stock News - BBTN
DIREKTUR BTN NILAI MINAT MASYARAKAT MEMILIKI RUMAH TETAP TINGGI
🕐 29/07/26 07:16 | IQPLUS
20926204

IQPlus, (29/7) - Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Hirwandi Gafar menilai minat masyarakat untuk memiliki rumah tetap tinggi hingga akhir 2026.

"Sampai akhir tahun, kalau dilihat dari keinginan masyarakat untuk memiliki rumah, masih tinggi," kata Hirwandi seusai Seminar Nasional ISEI Jakarta Komisariat Perbanas di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, apabila pasokan rumah baru terbatas, masyarakat masih dapat mempertimbangkan rumah sekunder karena transaksi pada segmen tersebut juga cukup tinggi.

BTN juga tengah menyusun basis data antrean calon pembeli rumah yang dipadukan dengan rekam jejak menabung guna mengukur kemampuan calon debitur membayar angsuran setiap bulan.

"Nanti kami akan tahu dengan rekam jejak dia menabung, sebenarnya kemampuannya berapa setiap bulannya," ungkapnya.

Menurut Hirwandi, pendekatan tersebut dapat membantu BTN mengukur kapasitas keuangan calon nasabah sekaligus menyiapkan pembiayaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Di sisi lain, data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) industri perbankan melambat menjadi 4,4 persen (year on year/yoy) pada Juni 2026 dari 4,7 persen (yoy) pada Mei 2026, meski kredit properti secara keseluruhan masih tumbuh 17,6 persen (yoy).

Hirwandi mengatakan perlambatan KPR dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain ketersediaan lahan, proses perizinan, serta ketentuan mengenai lahan sawah yang dilindungi.

Selain itu, masyarakat tengah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan lainnya. Kondisi perekonomian juga turut memengaruhi, tetapi dampaknya terhadap permintaan rumah dinilai tidak terlalu besar.

"Banyak faktor sebetulnya. Misalnya, di KPR subsidi sekarang masalah lahan juga menjadi masalah dari sisi perizinan. Apalagi sekarang ada isu lahan sawah dilindungi, itu juga memengaruhi," ujarnya.

Di tengah perlambatan tersebut, kualitas pembiayaan perumahan bersubsidi BTN masih terjaga. Hirwandi mengatakan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) KPR subsidi per Juni 2026 berada di kisaran 1 persen.

Sementara itu, NPL kredit konsumer BTN secara keseluruhan tercatat sekitar 2,7 persen pada periode yang sama.

"Kualitas KPR subsidi per Juni sekitar 1 persen. Kemudian, kredit konsumer secara keseluruhan juga bagus, di 2,7 persen," katanya.

Lebih lanjut, perseroan menargetkan bisnis perbankan konsumer tumbuh sekitar 8-10 persen sepanjang 2026.

Hirwandi menyebut perseroan terus menjaga likuiditas melalui pengelolaan aset dan liabilitas meskipun kondisi pendanaan di industri perbankan cukup menantang.

Ia menambahkan BTN akan terus memperkuat kerja sama dengan pengembang serta mengembangkan basis data calon pembeli rumah yang dipadukan dengan rekam jejak menabung untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan perumahan. (end/ant)
📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info