IQPlus, (2/11) - PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) mencatatkan pertumbuhan pendapatan neto konsolidasian sebesar 46 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp22,24 triliun dalam sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp15,24 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja positif seluruh segmen usaha, terutama bisnis institusi dan toko fisik, seiring dengan penguatan ekosistem omnichannel serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
CEO sekaligus Co-Founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan kinerja sembilan bulan pertama 2026 itu mencerminkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi dan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi jangka panjang.
"Sembilan bulan pertama tahun 2026 kembali menunjukkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi serta konsistensi kami dalam menjalankan rencana strategis jangka panjang," kata Kusumo dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Dia menyebutkan perusahaan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas dan efisiensi operasional di tengah pola belanja konsumen yang selektif serta persaingan pasar yang ketat.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut didukung oleh penguatan proposisi nilai melalui Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma, serta integrasi pengalaman pelanggan secara daring maupun luring.
Dari sisi kualitas pendapatan, Blibli mencatatkan peningkatan take rate dari 8,4 persen pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi 9,1 persen di periode yang sama pada 2026. Pada kuartal III 2026, indikator tersebut mencapai 9,3 persen.
Peningkatan itu sejalan dengan pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 20 persen secara tahunan selama sembilan bulan pertama 2026 dan 26 persen pada kuartal III 2026.
Selain itu, perusahaan berhasil menekan rasio beban operasional konsolidasian terhadap total nilai transaksi (Total Processing Value/TPV) dari 7,2 persen menjadi 6,4 persen. Perbaikan tersebut turut meningkatkan rasio EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 160 basis poin secara tahunan.
CFO Blibli Ronald Winardi mengatakan pertumbuhan pendapatan dan perbaikan efisiensi tersebut mencerminkan manfaat dari peningkatan bauran pendapatan serta pengelolaan biaya yang disiplin.
"Kinerja keuangan kami pada sembilan bulan pertama tahun 2026 mencerminkan manfaat dari perbaikan bauran pendapatan serta pengelolaan biaya yang disiplin. Pendapatan kami tumbuh 46% yoy didukung oleh pertumbuhan di seluruh segmen usaha," tutur Ronald.
Dari sisi segmen usaha, bisnis ritel pihak pertama (1P) mencatatkan pertumbuhan laba bruto sebelum diskon sebesar 46 persen secara tahunan menjadi Rp1,53 triliun pada sembilan bulan pertama 2026.
Kinerja tersebut didukung oleh fokus perusahaan pada produk dengan margin yang lebih tinggi, antara lain elektronik konsumen, elektronik rumah tangga, barang konsumsi, serta produk olahraga dan gaya hidup.
Pada periode yang sama, TPV segmen tersebut tumbuh 36 persen dan pendapatan neto meningkat 29 persen secara tahunan. (end/ant)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info