IQPlus, (3/11) - PT Bundamedik Tbk (BMHS) membukukan pendapatan neto Rp1,19 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, naik sekitar 2,8 persen dari Rp1,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun kenaikan itu tidak sampai ke laba, yang anjlok hingga hampir 95 persen. Angka-angka ini tercantum dalam laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026 yang belum diaudit.
Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp635,15 miliar dari Rp616,57 miliar, sehingga laba bruto naik tipis ke Rp552,05 miliar dari Rp538,32 miliar. Beban usaha tumbuh lebih cepat, yakni dari Rp468,75 miliar menjadi Rp494,04 miliar. Beban keuangan ikut naik ke Rp53,04 miliar dari Rp50,48 miliar, sementara penghasilan keuangan menyusut menjadi Rp12,13 miliar dari Rp15,16 miliar. Perseroan juga mencatat beban operasi lain neto Rp15,74 miliar, hampir dua kali lipat dibanding Rp8,11 miliar setahun sebelumnya.
Akibatnya, laba sebelum pajak hanya Rp1,36 miliar, jauh di bawah Rp26,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Setelah beban pajak Rp313,72 juta, laba periode berjalan tinggal Rp1,05 miliar dari Rp20,01 miliar. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,67 miliar, turun sekitar 62 persen dari Rp12,25 miliar, sedangkan kepentingan nonpengendali mencatat rugi Rp3,62 miliar. Laba per saham dasar menjadi Rp0,5 dari Rp1,4.
Dari sisi neraca, total aset per 30 September 2026 mencapai Rp4,13 triliun, naik sekitar 2,9 persen dari Rp4,02 triliun pada akhir Desember 2025. Kenaikan itu terutama ditopang aset tetap neto yang bertambah menjadi Rp2,52 triliun dari Rp2,36 triliun. Kas dan setara kas justru turun ke Rp751,07 miliar dari Rp826,58 miliar, dan total aset lancar berada di Rp1,16 triliun.
Total liabilitas naik sekitar 6,5 persen menjadi Rp1,73 triliun dari Rp1,62 triliun. Liabilitas jangka pendek turun ke Rp706,50 miliar dari Rp746,08 miliar, tetapi liabilitas jangka panjang naik menjadi Rp1,02 triliun dari Rp875,84 miliar. Penyebab utamanya adalah utang bank jangka panjang yang meningkat ke Rp895,39 miliar dari Rp721,89 miliar. Utang bank jangka pendek tidak berubah di Rp445,82 miliar. Adapun total ekuitas tercatat Rp2,40 triliun, nyaris stabil dibanding Rp2,39 triliun di akhir tahun lalu. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info