IQPlus, (11/8) - Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) bergerak naik pada hari Selasa seiring ketegangan di Timur Tengah yang terus memengaruhi harga energi, serta sikap investor yang menantikan data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini.
Imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun yang menjadi acuan utama bagi suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor, dan utang kartu kreditnaik 3 basis poin menjadi 4,7334% pada awal perdagangan.
Imbal hasil obligasi dengan tenor lebih pendek maupun lebih panjang juga mengalami kenaikan. Imbal hasil obligasi Treasury tenor 2 tahun, yang biasanya mencerminkan keputusan suku bunga jangka pendek Federal Reserve, naik lebih dari 2 basis poin menjadi 4,2597%.
Imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun, yang umumnya lebih sensitif terhadap peristiwa geopolitik, naik lebih dari 3 basis poin menjadi 5,2790%.
Kenaikan biaya pinjaman terjadi di tengah memudarnya harapan akan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah pekan ini, setelah Presiden Donald Trump menanggapi tuntutan Iran mengenai ganti rugi dengan menyatakan bahwa Teheran sendirilah yang harus membayar kompensasi perang kepada AS.
Harga minyak bergerak naik pada hari Selasa menyusul pernyataan Trump bahwa AS kini memegang kendali atas Selat Hormuz. Kontrak berjangka minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 1,78% menjadi $83,58 pada awal perdagangan, sementara kontrak berjangka minyak mentah Brent yang menjadi acuan harga internasional naik 1,81% menjadi $89,25 per barel.
Imbal hasil obligasi pemerintah berakhir lebih tinggi pada sesi perdagangan hari Senin, dengan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun masing-masing naik sebesar 4 basis poin.
Di saat pasar mencermati tuntutan kompensasi dari Trump serta dampak perkembangan terkini di Timur Tengah terhadap prospek inflasi dan arah kebijakan suku bunga The Fed, para pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi domestik lainnya pekan ini. (end/CNBC)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info