IQPlus, (3/11) - PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMM) membukukan pendapatan neto Rp182,95 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, turun sekitar 63 persen dari Rp492,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026 yang belum diaudit menyebutkan Selasa, beban pokok pendapatan turun lebih dalam mengikuti penjualan, menjadi Rp123,56 miliar dari Rp422,98 miliar, sehingga laba bruto hanya susut sekitar 14 persen ke Rp59,38 miliar dari Rp69,03 miliar.
Beban usaha justru naik menjadi Rp51,99 miliar dari Rp40,46 miliar, terutama karena beban umum dan administrasi yang membengkak ke Rp40,53 miliar dari Rp29,93 miliar. Laba usaha pun menyusut menjadi Rp7,39 miliar dari Rp28,57 miliar.
Tekanan terbesar datang dari pos lain-lain. Perseroan mencatat beban lain-lain neto Rp14,74 miliar, berbeda dengan pendapatan lain-lain neto Rp6,97 miliar setahun lalu. Pemicunya antara lain rugi belum terealisasi atas investasi lainnya sebesar Rp11,17 miliar dan rugi selisih kurs neto Rp3,49 miliar. Hasilnya, DMM membukukan rugi sebelum pajak Rp7,34 miliar dari laba Rp35,54 miliar sebelumnya. Setelah beban pajak Rp4,09 miliar, rugi bersih periode berjalan mencapai Rp11,43 miliar, dibanding laba Rp28,49 miliar pada periode yang sama 2025. Rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp9,58 miliar dari laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp28,66 miliar.
Di sisi neraca, total aset per 30 September 2026 tercatat Rp868,25 miliar, relatif stabil dibanding Rp865,73 miliar pada akhir Desember 2025.
Komposisinya bergeser cukup besar. Persediaan hampir dua kali lipat menjadi Rp191,77 miliar dari Rp99,81 miliar, sementara kas dan bank turun sekitar 45 persen ke Rp51,18 miliar dari Rp93,25 miliar. Piutang usaha dari pihak ketiga juga menyusut ke Rp100,98 miliar dari Rp152,22 miliar, dan aset tetap neto naik ke Rp169,36 miliar dari Rp155,81 miliar.
Total liabilitas naik sekitar 28 persen menjadi Rp226,53 miliar dari Rp177,23 miliar. Liabilitas jangka pendek bertambah ke Rp194,31 miliar dari Rp168,91 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang melonjak menjadi Rp32,23 miliar dari Rp8,31 miliar. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info