IQPlus, (1/10) - Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengumumkan rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III) atau rights issue.
Langkah korporasi ini ditujukan untuk menindaklanjuti Rancangan Restrukturisasi Penyehatan Keuangan Perseroan 2025-2029 yang telah disetujui Menteri BUMN sejak 23 Juni 2025, sekaligus sebagai upaya penguatan struktur ekuitas serta perbaikan kinerja keuangan perseroan.
Dalam penawaran umum terbatas ini, Garuda Indonesia berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 124.352.806.609 saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Saham baru yang diterbitkan tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan seluruh saham lama yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk dalam pembagian hak atas dividen.
Mekanisme penyetoran modal dalam PMHMETD III ini dilakukan secara inbreng (non-tunai) oleh pemegang saham utama perseroan, PT Danantara Asset Management (DAM), serta porsi tunai oleh pemegang saham publik. DAM akan menyetorkan modal berupa 82.100.173.900 saham Seri B PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau setara 65,77% dari modal ditempatkan dan disetor GMFI, dengan nilai setoran inbreng mencapai Rp5.664.912.000.000.
Sebelum proses penyetoran modal secara inbreng dilakukan, saham GMFI dialihkan terlebih dahulu dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, kemudian dialihkan kepada DAM melalui mekanisme pembagian dividen non-tunai (dividend in specie). Pengalihan tersebut telah mengantongi persetujuan RUPS API pada 26 Juni 2026 dan RUPS InJourney pada 29 Juni 2026.
Berdasarkan analisis independen Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Areyanti Zainab dan Rekan, nilai pasar saham GMFI per 30 Juni 2026 dinilai sebesar Rp8.651.142.720.000. KJPP AZR menyimpulkan bahwa rencana transaksi penyetoran modal berupa saham GMFI oleh DAM ke dalam penambahan modal Garuda Indonesia tergolong wajar dan sesuai dengan standar penilaian pasar modal.
Rencana transaksi ini ditargetkan mampu menyelaraskan kembali kepemilikan legal, pengendalian, dan kepentingan ekonomi GMFI dengan Garuda Indonesia selaku induk usaha. Selain itu, dana hasil rights issue setelah penyetoran saham GMFI bakal difokuskan sebagai modal kerja untuk mendukung transformasi bisnis 2026 pada stabilisasi operasional, serta perbaikan struktural sumber daya manusia, proses, dan kapabilitas digital mulai 2027.
Guna merealisasikan aksi korporasi tersebut, Garuda Indonesia akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara elektronik melalui eASY.KSEI pada Jumat, 6 November 2026 pukul 14.00 WIB. Daftar Pemegang Saham (recording date) yang berhak hadir dan memberikan suara dalam RUPSLB akan ditentukan pada penutupan perdagangan bursa tanggal 14 Oktober 2026. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info