IQPlus, (7/8) - Airbus (AIR.PA) perlu mengirimkan rata-rata 90 pesawat jet per bulan mulai saat ini hingga akhir tahun untuk mencapai targetnya, setelah mencatatkan angka pengiriman yang stagnan pada bulan Juli, menurut data perusahaan yang dirilis pada hari Jumat.
Saat mengumumkan laporan keuangan pekan lalu, produsen pesawat asal Eropa ini menyatakan keyakinan yang semakin besar untuk mencapai target pengiriman tahunan sebanyak sekitar 870 pesawat, serta menunjukkan sikap yang lebih lunak terhadap Pratt & Whitney (RTX.N) dalam sengketa pasokan mesin yang masih berlangsung.
Buletin *Reuters Iran Briefing* menyajikan informasi terkini dan analisis mengenai situasi terkait Iran. Daftar di sini.
Airbus menyatakan telah mengirimkan 67 pesawat pada bulan Juli jumlah yang sama dengan bulan yang sama tahun lalu sehingga total pengiriman tahun ini mencapai 418 pesawat setelah sempat mencatatkan awal yang lambat.
CEO Guillaume Faury pekan lalu mengatakan bahwa rumusan target perusahaan yang menyebutkan angka "sekitar 870" pesawat masih memungkinkan pengiriman hingga 890 unit. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa secara internal, perusahaan mendorong stafnya untuk mencapai angka pengiriman lebih dari 900 pesawat.
Airbus mencatatkan 204 pesanan pada bulan Juli setelah ajang Farnborough Airshow yang berlangsung cukup tenang. Angka tersebut menjadikan total pesanan tahun ini sebanyak 1.024 pesawat, atau 1.090 setelah penyesuaian termasuk pembatalan pesanan 15 pesawat A330neo oleh AirAsia X bulan lalu sebagai bagian dari kesepakatan pembelian 150 pesawat A220.
Pesanan tersebut mencakup konfirmasi kesepakatan di luar Farnborough untuk puluhan pesawat dari Hainan Airlines dan China Eastern.
Selain itu, Airbus secara resmi mencatatkan pesanan 100 pesawat keluarga A320neo dari perusahaan penyewaan pesawat (lessor) raksasa asal Irlandia, SMBC Aviation, di Farnborough.
Perusahaan penyewaan pesawat terbesar kedua di dunia tersebut juga memesan 100 pesawat Boeing (BA.N) 737 MAX di Farnborough, meskipun sumber industri menyebutkan bahwa pesanan ini sebenarnya sudah tercatat dalam data produsen pesawat asal AS tersebut pada bulan Juni yang mencakup 102 pesanan MAX dari pembeli yang tidak disebutkan identitasnya. Boeing dijadwalkan memperbarui datanya pada hari Selasa depan. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info