IQPlus, (11/8) - BP telah sepakat untuk menjual 20% saham di blok yang mencakup bagian wilayah Trinidad dari ladang gas alam lintas batas Cocuina-Manakin kepada perusahaan milik negara, National Gas Company (NGC), demikian pernyataan perusahaan tersebut melalui surel pada hari Senin.
BP dan NGC menandatangani kesepakatan mengenai saham di bagian Manakin dari ladang gas tersebut pada hari Senin, tambah BP.
Ladang Cocuina-Manakin, yang memiliki cadangan gas alam sebesar 1 triliun kaki kubik, melintasi batas maritim antara Trinidad dan Tobago serta Venezuela; bagian Cocuina merupakan bagian dari proyek gas Deltana Platform milik Venezuela yang belum dikembangkan.
NGC telah memiliki 20% saham di bagian Cocuina yang berada di wilayah Venezuela. Kesepakatan terbaru ini tercapai kurang dari empat bulan setelah Venezuela memberikan izin kepada BP untuk mengembangkan ladang tersebut.
Karena 66% dari ladang gas Cocuina-Manakin berada di sisi perbatasan Trinidad, NGC tidak ingin hanya memiliki 20% saham di sisi Venezuela tanpa memiliki bagian apa pun di sisi Trinidad, ujar Ketua NGC Gerald Ramdeen kepada Reuters setelah penandatanganan tersebut.
"Kami memiliki strategi untuk memperoleh saham di sektor hulu pada sebagian besar proyek gas agar kami dapat menjadi produsen gas dan menjualnya kepada pengguna dengan harga yang wajar," kata Ramdeen.
BP dan NGC telah sepakat untuk memasarkan 70% gas dari proyek tersebut kepada Atlantic LNG, yang mengoperasikan fasilitas ekspor gas alam cair (LNG) terbesar di Amerika Latin, ungkap NGC.
Kompleks tersebut mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir akibat penurunan pasokan gas alam domestik di Trinidad yang membatasi produksinya, sehingga memaksa penutupan salah satu dari empat unit pemrosesan (train) yang dimilikinya.
BP memiliki 45% saham di Atlantic LNG, sementara NGC memegang 10% dan Shell memiliki sisa 45% sahamnya. Kementerian perminyakan Venezuela tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Pengembangan di Cocuina-Manakin terus berjalan menuju keputusan investasi final, yang menurut kedua sumber tersebut diperkirakan akan tercapai pada akhir tahun ini. Sebanyak 30% sisanya dari gas alam yang diproduksi di Cocuina-Manakin akan digunakan untuk industri petrokimia. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info