IQPlus, (13/8) - Ford Motor berencana memindahkan produksi beberapa model Lincoln dari Tiongkok ke Amerika Serikat mulai tahun 2030. CEO Ford menyampaikan hal ini kepada Reuters pada hari Rabu, seraya menyebutkan bahwa langkah tersebut sulit namun diperlukan untuk memperkuat basis manufaktur otomotif AS.
Mobil berbahan bakar bensin dan kendaraan listrik yang diimpor dari Tiongkok dikenakan bea masuk yang tinggi. Ford mengonfirmasi bahwa tarif AS untuk Lincoln Nautilus kendaraan utama yang diimpor Ford dari Tiongkok mencapai 52,5%.
"Kami mengambil keputusan ini segera setelah kebijakan pemerintah ditetapkan," ujar CEO Ford, Jim Farley, merujuk pada kebijakan tarif tersebut. "Kami tahu persis apa yang ingin mereka lakukan, dan kami tahu persis apa dampaknya bagi Ford," kata Farley dalam wawancara bersama Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick.
Mobil Lincoln buatan AS tersebut akan dijual di pasar domestik sebagai bagian dari upaya besar untuk meningkatkan volume produksi, kata Farley, meskipun perusahaan tidak mengungkapkan lokasi produksinya.
Lutnick menambahkan: "Ford memiliki keunggulan. Manufaktur dalam negeri memiliki keunggulan."
Pesaing utamanya, General Motors, telah mengumumkan akan memindahkan produksi Buick Envision dari Tiongkok ke AS mulai tahun 2028.
Selain tarif, produsen otomotif juga menghadapi pembatasan berdasarkan Aturan Kendaraan Terkoneksi (*Connected Vehicle Rule*), yang melarang penggunaan teknologi dan perangkat keras tertentu asal Tiongkok pada model-model yang dipasarkan di AS. Farley mengatakan bahwa kedua regulasi tersebut mendorong Ford untuk mengambil keputusan ini, meskipun ia menyebut tarif sebagai faktor utamanya.
Ford adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang mengajukan izin kepada Departemen Perdagangan AS untuk tetap menjual kendaraan yang berpotensi terkena pembatasan akibat aturan tersebut. Produsen otomotif yang tidak mendapatkan izin seperti perusahaan kendaraan listrik Polestar menghadapi larangan penjualan produk tertentu di pasar AS. Seorang juru bicara produsen mobil yang berbasis di Dearborn, Michigan, tersebut mengatakan pada hari Rabu bahwa, setelah berdiskusi dengan Departemen Perdagangan, perusahaan menyadari bahwa Lincoln Nautilus tidak lagi memerlukan izin untuk dijual di AS.
Sebelumnya, perusahaan menyatakan bahwa perangkat lunak Nautilus dikembangkan di AS namun dipasang pada kendaraan di Tiongkok, sehingga memerlukan persetujuan pemerintah untuk melanjutkan penjualannya di Amerika Serikat. Ford menjual sekitar 34.000 kendaraan Nautilus di AS pada tahun lalu.
Para pembuat undang-undang AS berupaya memperketat larangan lebih jauh dari ketentuan yang diperkenalkan dalam Aturan Kendaraan Terhubung (*Connected Vehicle Rule*). Salah satu langkah yang disetujui oleh Komite Perdagangan Senat AS pada bulan Juli adalah melarang perusahaan yang lebih dari 15% sahamnya dimiliki oleh entitas Tiongkok untuk menjual kendaraan di Amerika Serikat. Jika diterapkan, aturan ini akan mencegah Mercedes-Benz menjual kendaraan baru di AS.
Ford mengatakan langkah yang diumumkan pada hari Rabu tersebut memperkuat basis produksi Lincoln di AS. Lincoln merakit model Navigator di pabrik Louisville, Kentucky, dan model Aviator di Pabrik Perakitan Chicago, serta mengekspor kedua model tersebut ke berbagai pasar termasuk Kanada, Meksiko, dan Timur Tengah. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info