IQPlus, (6/8) - Manulife Financial melaporkan peningkatan laba pada kuartal kedua hari Rabu, didorong oleh kinerja yang kuat di segmen Asia dan AS.
Perusahaan asuransi ini mencatatkan laba inti sebesar C$1,92 miliar (US$1,37 miliar) atau C$1,09 per saham untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni, dibandingkan dengan C$1,73 miliar atau 95 sen Kanada per saham pada tahun sebelumnya.
Para analis memperkirakan laba inti sebesar C$1,08 per saham, menurut data LSEG.
Selama satu dekade terakhir, Manulife telah mengalihkan fokus pertumbuhannya ke Asia, dengan mengandalkan peningkatan kekayaan, populasi yang menua, serta permintaan yang terus tumbuh akan produk asuransi dan pensiun. Pasar Asia telah menjadi kontributor penting bagi laba perusahaan, di mana Manulife menargetkan separuh dari laba intinya berasal dari kawasan tersebut pada tahun 2027.
Laba inti dari bisnis Manulife di Asia naik 21% menjadi US$616 juta pada kuartal tersebut dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di AS, laba inti meningkat 55%, terbantu oleh penurunan jumlah klaim pada polis asuransi jiwa maupun asuransi perawatan jangka panjang (*long-term care*).
Bisnis pengelolaan kekayaan dan aset perusahaan juga turut berkontribusi, dengan lonjakan laba inti sebesar 9% yang didorong oleh peningkatan pendapatan dari biaya layanan (*fee income*). Namun, di Kanada, laba inti turun 10% akibat beban yang lebih tinggi pada lini asuransi kelompok.
Secara terpisah, Manulife mengumumkan kesepakatan reasuransi senilai C$3,2 miliar dengan Munich Re yang memungkinkan perusahaan asuransi tersebut mengalihkan risiko terkait portofolio polis perawatan jangka panjang (LTC).
CEO Phil Witherington menyatakan bahwa ini merupakan transaksi reasuransi perawatan jangka panjang ketiga dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, sekaligus yang pertama melibatkan portofolio perawatan jangka panjang yang berdiri sendiri (*standalone*). Kesepakatan ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengurangi profil risikonya, ujarnya.
"Melalui kesepakatan ini, kami akan melakukan reasuransi atas 80% risiko biometrik pada portofolio LTC yang berdiri sendiri, tanpa adanya pengalihan aset, sehingga kami tetap mempertahankan aliran pendapatan masa depan yang akan menghasilkan modal seiring dengan matangnya portofolio tersebut," katanya. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info