IQPlus, (3/8) - SHELL menjual unit energi terbarukan daratnya di Eropa kepada TotalEnergies, kata perusahaan tersebut pada Senin (3 Agustus), seiring perusahaan minyak Inggris tersebut terus mengurangi investasi rendah karbonnya untuk fokus pada operasi dan perdagangan hulu.
Shell mengatakan kesepakatan yang disepakati dengan TotalEnergies mencakup aset di Italia, Belanda, Spanyol dan Inggris, meski tidak mengungkapkan harga jualnya.
Sejak mengambil alih jabatan CEO Shell tiga tahun lalu, Wael Sawan telah mengalihkan fokus dari energi terbarukan dan mencari keuntungan yang lebih baik dalam proyek minyak dan gas.
Minggu lalu, grup tersebut melaporkan bahwa laba kuartal kedua mereka meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai angka tertinggi kedua dalam sejarah, dibantu oleh harga energi yang lebih tinggi dan perdagangan gas alam cair yang lebih kuat.
Pendapatan yang disesuaikan untuk segmen energi terbarukan dan solusi energi adalah US$79 juta, dibandingkan dengan kerugian US$9 juta untuk periode yang sama tahun sebelumnya.
Shell telah menyatakan ingin memfokuskan bisnis energinya pada penyediaan solusi energi bagi pelanggan besar yang menggabungkan energi terbarukan dengan pembangkit listrik berbasis hidrokarbon yang kurang intermiten.
Perusahaan sejenis di Inggris, BP, juga memfokuskan kembali bisnis minyak dan gasnya setelah mengurangi investasinya di energi terbarukan.
TotalEnergies mengatakan kesepakatan tersebut, yang diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2026, mencakup portofolio sekitar 500 megawatt aset tenaga surya dan angin yang beroperasi atau sedang dibangun, sebagian besar berlokasi di Italia dan Belanda, serta portofolio proyek tenaga surya, angin, dan penyimpanan baterai sebesar 3,5 gigawatt (GW) di Italia, Inggris, dan Spanyol.
Pada akhir kuartal kedua, Shell memiliki sekitar 4,5 GW kapasitas pembangkit listrik terbarukan yang beroperasi.
TotalEnergies juga mengumumkan pada hari Senin penjualan terpisah sebesar 50 persen saham dalam portofolio energi terbarukan Eropa sebesar 1,2 GW kepada perusahaan investasi global KKR, yang menilai portofolio tersebut sebesar 1,8 miliar euro (US$2,1 miliar).
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa kedua transaksi tersebut sejalan dengan strateginya untuk membangun kapasitas pembangkit listrik tenaga terbarukan dan gas di pasar-pasar utama yang telah dideregulasi, sambil menjual hingga setengah dari kepemilikan energi terbarukannya dengan keuntungan.
Portofolio aset energi terbarukan Eropa milik TotalEnergies berjumlah hampir 10 GW kapasitas terpasang bruto atau kapasitas yang sedang dibangun, dan 27 GW dalam tahap pengembangan. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info