← Kembali
Stock News - INAF
INDOFARMA PERKUAT HILIRISASI BIODIVERSITAS INDONESIA
🕐 27/10/26 16:37 | IQPLUS
29959643

IQPlus, (27/10) - PT Indofarma (Persero) Tbk (Indofarma) mengambil bagian sebagai co-host dalam diskusi panel pada kegiatan Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Hotel Fairmont Jakarta. Mengangkat tema "Unlocking Nature Code: Transforming Indonesian Biodiversity into High-Value Phytopharmaca through Technology Innovation" diskusi ini membahas peluang pengembangan kekayaan biodiversitas Indonesia menjadi bahan baku dan produk obat berbasis alam yang memiliki nilai tambah, daya saing, serta potensi ekonomi yang lebih tinggi melalui pemanfaatan inovasi teknologi dan kolaborasi riset.

Diskusi panel menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., selaku Rektor Institut Teknologi Sumatera; Prof. Dr. Dra. Dyah Iswanti, M.Sc. Agr., selaku Kepala Departemen Kimia, FMIPA, Institut Pertanian Bogor; serta Dr. Ir. Sahat Sihombing, M.M., M.H., CERG, selaku Direktur Utama PT Indofarma (Persero) Tbk. Diskusi dipandu oleh apt. Rahmat Hidayat Syah, S.Farm., M.Sc. yang memfasilitasi pertukaran perspektif mengenai potensi riset tanaman obat, pengembangan teknologi pengolahan bahan alam, serta strategi menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan dan peluang pasar industri farmasi.

Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang berpotensi menjadi sumber bahan baku obat berbasis alam. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui penelitian ilmiah untuk mengidentifikasi senyawa aktif, menguji keamanan dan khasiat, serta meningkatkan mutu, konsistensi, dan efektivitas bahan melalui teknologi seperti purifikasi dan nanoteknologi. Pendekatan ini membuka peluang untuk meningkatkan pemanfaatan tanaman obat dari produk jamu menuju Obat Herbal Terstandar (OHT) hingga fitofarmaka, sesuai dengan persyaratan ilmiah, regulasi, dan tahapan pembuktian yang berlaku.

Direktur Utama Indofarma, Dr. Ir. Sahat Sihombing, M.M., M.H., CERG, menyampaikan bahwa kekayaan alam Indonesia perlu dieksplorasi secara lebih terarah melalui riset yang berkelanjutan dan kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, serta institusi penelitian.

"Indonesia dianugerahi kekayaan biodiversitas yang luar biasa, termasuk berbagai tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku obat berbasis alam. Potensi ini perlu kita eksplorasi melalui riset ilmiah, inovasi teknologi, dan kolaborasi erat antara perguruan tinggi, institusi penelitian, dan industri. Tantangannya bukan hanya menemukan potensi bahan alam, tetapi juga memastikan hasil riset dapat dihilirisasi menjadi produk yang aman, bermutu, berkhasiat, memenuhi ketentuan regulasi, dan memiliki nilai ekonomi bagi Indonesia".

Dalam mendukung upaya hilirisasi riset tersebut, Indofarma memiliki kapasitas ekstraksi bahan alam serta fasilitas produksi obat tradisional yang telah tersertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Kapabilitas ini menjadi modal penting bagi Perseroan untuk mendukung pengolahan bahan alam, mulai dari ekstraksi hingga pengembangan produk jadi dalam bentuk jamu dan, sesuai pemenuhan persyaratan pengembangan serta registrasi, Obat Herbal Terstandar dan fitofarmaka. Kesiapan fasilitas industri ini diharapkan dapat menjembatani hasil penelitian dengan proses pengembangan produk yang memenuhi standar mutu dan ketentuan regulasi.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, sesi diskusi panel ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Danantara Development Management Fund, PT Indofarma (Persero) Tbk, Intitut Teknologi Bandung, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi, mengenai penjajakan kerja sama hilirisasi riset tanaman obat yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi. Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan bagi sinergi antarpihak dalam mengembangkan hasil penelitian, mengevaluasi potensi teknologi pengolahan, menjajaki peluang pendanaan dan investasi, serta mendorong pengembangan produk berbasis alam hingga tahap komersialisasi sesuai dengan kewenangan dan kapasitas masing-masing pihak. Dalam kesempatan tersebut, Sahat Sihombing mengajak seluruh stakeholder mendefinisikan kembali masa depan kesehatan dunia melalui kekuatan obat bahan alam Indonesia. (end)


🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info