← Kembali
Market News - INEW
BANK SENTRAL SELANDIA BARU AKAN PERTAHANKAN ATURAN PINJAMAN PERUMAHAN
🕐 14/08/26 08:44 | IQPLUS
22531434

IQPlus, (14/8) - Bank sentral Selandia Baru pada hari Jumat (14 Agustus) menyatakan akan mempertahankan aturan rasio pinjaman terhadap nilai (*loan-to-value ratio* atau LVR) untuk kredit perumahan yang berlaku saat ini, setelah mempertimbangkan harga rumah, tekanan keuangan yang dihadapi debitur saat ini, serta ketahanan sistem perbankan.

"Kami meninjau ketentuan tersebut setiap tahun untuk memastikan aturan itu tetap tepat mengingat kondisi pasar perumahan dan risiko stabilitas keuangan," ujar Angus McGregor, Asisten Gubernur Bidang Stabilitas Keuangan Reserve Bank of New Zealand, dalam sebuah pernyataan.

Komite Kebijakan Keuangan mempertahankan pembatasan yang telah berlaku sejak Desember, yang mengizinkan bank untuk menyalurkan hingga 25 persen dari kredit baru bagi pemilik-penghuni (*owner-occupier*) dengan rasio LVR di atas 80 persen, serta hingga 10 persen dari kredit baru bagi investor dengan rasio LVR di atas 70 persen.

Aturan tersebut mengharuskan agar pinjaman dengan uang muka (DP) rendah hanya mencakup sebagian kecil dari portofolio kredit perumahan bank; langkah ini bertujuan untuk membatasi praktik pemberian kredit yang lebih berisiko serta mengurangi eksposur sistem perbankan terhadap risiko koreksi tajam di pasar perumahan.

Sektor perumahan masih menjadi penghambat bagi pemulihan ekonomi Selandia Baru yang berjalan tidak merata. Data terbaru dari Real Estate Institute of New Zealand menunjukkan bahwa harga rumah secara nasional cenderung stagnan, melanjutkan tren pertumbuhan harga yang lemah dalam waktu lama kondisi yang turut menahan laju pertumbuhan kekayaan, belanja, serta tingkat kepercayaan rumah tangga.

Kondisi pasar yang lesu ini juga berdampak negatif terhadap sektor konstruksi hunian yang merupakan komponen penting dalam aktivitas ekonomi domestik meskipun jumlah izin pembangunan hunian baru sebenarnya telah meningkat selama setahun terakhir.

"Risiko sektor perumahan saat ini masih terkendali," ujar McGregor, seraya menambahkan bahwa pertumbuhan kredit perumahan tergolong moderat dan porsi kredit berisiko tinggi masih berada dalam batas yang dapat dikelola.

Bank tersebut menyatakan bahwa pembatasan rasio utang terhadap pendapatan juga akan tetap diberlakukan, karena dianggap sebagai mekanisme pengaman penting untuk mencegah penumpukan kredit berisiko tinggi di tengah kondisi suku bunga rendah dan permintaan perumahan yang meningkat.

RBNZ menyatakan akan terus memantau harga rumah, penyaluran kredit perumahan, serta risiko stabilitas keuangan secara lebih luas. Tinjauan berikutnya diperkirakan akan dilakukan dalam waktu sekitar 12 bulan, meskipun jadwal tersebut dapat dimajukan jika kondisi mengharuskannya. (end/Reuters)
📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info