IQPlus, (22/10) - Baik Olam Group maupun Olam Agri tidak memiliki ataupun mengoperasikan perkebunan atau konsesi kelapa sawit di Indonesia; dengan demikian, grup agribisnis tersebut tidak memiliki keterpaparan operasional langsung terhadap kebakaran hutan dan lahan gambut yang baru-baru ini terjadi, ungkap pihak grup tersebut pada hari Rabu (21 Oktober).
Grup tersebut menanggapi pertanyaan dari Singapore Exchange Regulation mengenai apakah kegiatan mereka mungkin telah berkontribusi terhadap kabut asap lintas batas di kawasan ini.
Grup yang terdaftar di papan utama (mainboard) tersebut juga menjelaskan bahwa Olam Agri bukan lagi merupakan anak perusahaan mereka sejak April tahun ini, menyusul penjualannya kepada sebuah dana investasi asal Arab Saudi.
Meskipun sekitar 70 persen dari volume pengadaan minyak kelapa sawit global Olam Agri berasal dari Indonesia, perusahaan tersebut beroperasi terutama sebagai pedagang perantara yang memperoleh pasokan dari kilang pihak ketiga, ungkap Olam Group.
Olam Agri tidak memiliki ataupun mengoperasikan perkebunan kelapa sawit, pabrik pengolahan, kilang, atau fasilitas pemrosesan minyak kelapa sawit lainnya di negara tersebut.
Tanggung jawab untuk secara langsung mencegah atau memadamkan kebakaran serta mengelola lahan berada di tangan pemilik lahan dan operator perkebunan di sektor hulu, jelas grup tersebut.
Meskipun demikian, Olam Agri mengelola risiko lingkungan di sektor hulu melalui pemantauan, pelibatan pemasok, dan kerangka kerja pengadaan yang bertanggung jawab.
Grup tersebut menyatakan tidak mengetahui adanya dampak material apa pun terhadap kegiatan pengadaan minyak kelapa sawit Olam Agri yang diakibatkan oleh kebakaran baru-baru ini.
Olam Group juga menyatakan tidak mengetahui adanya permintaan keterangan, pemberitahuan, atau notifikasi resmi dari pihak regulator terkait kebakaran tersebut.
"Pabrik serta kelompok perusahaan yang disebut dalam laporan eksternal telah diperiksa kaitannya dengan rantai pasok Olam Agri, dan pihak-pihak terkait baik pemasok maupun kelompok usaha terafiliasi telah dimintai klarifikasi jika diperlukan," ungkap grup tersebut.
Beberapa kasus telah diklarifikasi oleh perusahaan-perusahaan yang bersangkutan, sementara kasus lainnya masih dalam penilaian internal atau menunggu informasi lebih lanjut dari para pemasok dan kelompok usaha terafiliasi, tambahnya.
Pihaknya memperkirakan bahwa persoalan terkait kebakaran tersebut tidak akan memberikan dampak material baik secara operasional, finansial, hukum, regulasi, maupun reputasi terhadap grup tersebut. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info