IQPlus, (2/11) - PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) hari ini merilis laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit untuk enam bulan pertama tahun 2026.
Agus Pangestu, Presiden Direktur Perseroan, menyampaikan "Memasuki kuartal ketiga tahun 2026, lingkungan bisnis global masih diwarnai oleh berbagai tantangan, khususnya di sektor energi, di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar yang berkelanjutan. Di tengah dinamika tersebut, portofolio Barito Pacific Group yang terdiversifikasi di sektor Energi, Kimia, dan Infrastruktur terus menunjukkan ketahanan serta menopang pertumbuhan kinerja Grup secara keseluruhan.
Selama sembilan bulan pertama tahun 2026, Barito Pacific membukukan EBITDA sebesar US$1,405 juta dan laba bersih setelah pajak konsolidasian sebesar US$616 juta. Pencapaian ini mencerminkan ketahanan operasional serta konsistensi eksekusi strategi di seluruh lini bisnis. Kami juga terus menjaga struktur permodalan yang sehat, tercermin dari rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 0.77x. Hal ini memberikan fleksibilitas keuangan yang memadai untuk mendukung investasi strategis yang sedang berjalan sekaligus merealisasikan agenda pertumbuhan jangka panjang Grup.
Di seluruh portofolio, kami terus memperkuat sumber pendapatan dan mengakselerasi berbagai prioritas strategis. Chandra Asri Group terus mengembangkan portofolionya di bidang Energi dan Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas. Secara paralel, Grup juga mengoptimalkan sinergi operasional antara aset-asetnya di Singapura dan Indonesia guna memperkuat keandalan pasokan, meningkatkan integrasi operasional, serta memperkuat daya saing di tingkat regional. Sementara itu, Barito Renewables terus melanjutkan ekspansi bisnis panas buminya. Penyelesaian retrofit Darajat Unit 3 (+8.55MW) pada Oktober 2026 telah meningkatkan total kapasitas terpasang panas bumi menjadi 935.55 MW, sekaligus semakin memperkuat posisi kami di sektor energi terbarukan Indonesia.
Ke depan, kami tetap berkomitmen untuk merealisasikan berbagai proyek pertumbuhan strategis dengan senantiasa mengedepankan disiplin investasi dan pengelolaan risiko. Proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Indonesia telah mencapai 80% penyelesaian konstruksi dan berjalan sesuai jadwal untuk memasuki tahap commissioning pada tahun 2027. Pada saat yang sama, ekspansi berkelanjutan portofolio panas bumi kami diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas terpasang menjadi lebih dari 1 GW pada akhir tahun 2026.
Seiring dengan langkah transformasi Barito Pacific menjadi grup energi dan industri terkemuka di kawasan, fokus strategis kami tetap pada pengembangan portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi dan tangguh, penguatan disiplin operasional dan keuangan, serta penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. Didukung oleh platform bisnis yang terintegrasi dan eksekusi strategi yang konsisten, kami optimistis Barito Pacific berada pada posisi yang tepat untuk menangkap peluang pertumbuhan, menjaga ketahanan bisnis dalam menghadapi berbagai siklus pasar, serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan".
Pendapatan bersih konsolidasian meningkat 56.3% YoY menjadi US$8,694 juta pada 9M26, terutama disebabkan oleh:
- Peningkatan pendapatan bersih dari entitas anak kami, Chandra Asri Group, terutama berkat kinerja kilang yang luar biasa serta pendapatan yang lebih kuat dari segmen infrastruktur.
- Peningkatan pendapatan sebesar 9.6% YoY pada segmen energi terbarukan, mencapai US$501 juta pada 9M26. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh peningkatan pembangkitan panas bumi dari penambahan kapasitas setelah proyek retrofit serta output pembangkit angin yang stabil selama periode tersebut.
EBITDA dan Laba Bersih Setelah Pajak masing-masing mencapai US$1,405 juta dan US$616 juta.
EBITDA 9M26 tetap terjaga kuat sebesar US$1,405 juta, didukung oleh margin pengolahan kilang yang solid, integrasi segmen ritel bahan bakar, serta keberlanjutan upaya efisiensi biaya pada segmen energi terbarukan.
Sejalan dengan kinerja operasional yang solid tersebut, Perseroan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar US$616 juta pada 9M26.
Perbandingan kinerja terhadap 9M25 dipengaruhi oleh basis pembanding yang sangat tinggi, terutama akibat pengakuan keuntungan (bargain purchase gain) atas akuisisi Aster pada periode tersebut. Dengan mengecualikan keuntungan yang bersifat non-berulang tersebut, Perseroan tetap mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat, mencerminkan ketahanan serta fundamental bisnis yang solid.
Total Aset dan Total Liabilitas
Per 9M26, Total Aset kami tercatat sebesar US$19,578 juta dengan struktur permodalan yang tetap berada pada tingkat yang sehat. Di tengah meningkatnya volatilitas dan tingginya ketidakpastian, kami tetap mempertahankan profil likuiditas yang kuat, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas yang tetap stabil di 0.76x. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info