IQPlus, (2/11) - PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) mengumumkan rencana aksi korporasi penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau yang dikenal sebagai rights issue.
Dalam rencana strategis tersebut, emiten manufaktur komponen suku cadang otomotif dan elektronik ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.000.000.000 (delapan miliar) saham baru dengan nilai nominal Rp25 setiap saham.
Aksi korporasi ini bertujuan utama untuk memperkuat struktur permodalan serta likuiditas keuangan perseroan. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis, seluruh dana bersih dari hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dialokasikan sepenuhnya untuk modal kerja guna menunjang kegiatan operasional serta pengembangan usaha perseroan.
Manajemen perseroan merinci bahwa penggunaan modal kerja tersebut terutama akan mencakup pembelian bahan baku, pembayaran kepada pemasok, biaya tenaga kerja, biaya produksi, biaya distribusi, hingga kebutuhan operasional harian lainnya. Rincian serta alokasi final terkait penggunaan dana ini nantinya akan diungkapkan secara mendetail melalui prospektus resmi.
Sebelum dapat merealisasikan rencana penerbitan saham baru tersebut, perseroan wajib terlebih dahulu mengantongi persetujuan dari para pemegang saham. Restu tersebut rencananya akan dimintakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan bakal diselenggarakan pada 9 Desember 2026 mendatang. Setelah mendapatkan lampu hijau dari RUPSLB, perseroan akan langsung menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pelaksanaan rights issue ini sendiri baru bisa dieksekusi secara efektif setelah memperoleh pernyataan efektif dari OJK dalam rentang waktu paling lama 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB. Bagi para pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya untuk memesan efek terlebih dahulu, kepemilikan saham mereka di perusahaan secara otomatis akan mengalami penurunan persentase atau yang biasa disebut dilusi.
Kendati demikian, manajemen menilai tambahan modal ini diyakini mampu mendongkrak kapasitas operasional dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi perseroan. Sebagai bagian dari tahapan aksi korporasi ini, perseroan telah menetapkan sejumlah jadwal penting bagi para investor. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak hadir atau recording date dalam RUPSLB dijadwalkan pada 16 November 2026, disusul dengan pemanggilan RUPSLB pada 17 November 2026, hingga puncaknya pada pelaksanaan RUPSLB 9 Desember 2026. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info