← Kembali
Stock News - TINS
PT TIMAH JAGA KELESTARIAN EKOSISTEM PESISIR
🕐 27/10/26 13:20 | IQPLUS
29947769

IQPlus, (27/10) - Menjaga kelestarian ekosistem pesisir membutuhkan upaya berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan laut, tetapi juga mendukung keberlangsungan sumber daya perikanan dan mata pencaharian masyarakat nelayan.

Melalui berbagai program reklamasi laut dan tanggung jawab sosial lingkungan PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong pemulihan habitat biota laut di wilayah operasional perusahaan.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penenggelaman artificial reef atau terumbu buatan, pembangunan fish shelter, transplantasi karang, hingga penenggelaman atraktor cumi dan restocking cumi-cumi.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem laut sekaligus mendukung keberlanjutan potensi perikanan di wilayah pesisir Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kurun waktu 2016-2024, PT TIMAH telah menenggelamkan sebanyak 7.680 unit artificial reef. Upaya ini berlanjut pada 2025 dengan penenggelaman 1.920 unit terumbu buatan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu, sepanjang periode 2016-2024, perusahaan juga telah menenggelamkan 3.105 unit fish shelter dan melaksanakan 1.475 unit transplantasi karang. Berbagai program tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan habitat, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta menyediakan ruang hidup bagi biota laut.

Artificial reef dirancang menyerupai struktur karang alami dan ditempatkan di dasar laut agar dapat menjadi habitat bagi berbagai organisme laut. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas nelayan, dan akademisi.

Upaya menjaga ekosistem pesisir juga dilakukan melalui pengembangan habitat cumi-cumi. Bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Bangka, PT TIMAH menenggelamkan 81 unit atraktor cumi di perairan Pantai Tambak Udang, Kabupaten Bangka, pada 6 Oktober 2026.

PT TIMAH berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan nelayan setempat. Atraktor cumi diharapkan menjadi tempat berlindung dan pemijahan cumi-cumi, sehingga mendukung keberlanjutan populasi biota laut sekaligus membuka peluang peningkatan hasil tangkapan nelayan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengapresiasi kolaborasi PT TIMAH dan HNSI dalam mendukung pemulihan habitat cumi-cumi di perairan pesisir. Menurutnya, penempatan atraktor di Pantai Tambak Udang telah melalui kajian ilmiah bersama Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk mendukung keberlanjutan program.

"Kami mengapresiasi kerja sama HNSI Bangka dan PT TIMAH, karena ini salah satu upaya daripada HNSI bagaimana nanti bisa memberikan kehidupan yang baik kepada habitat cumi dengan adanya pemasangan Atraktor cumi ya," ujar Boy Yandra. (end)

📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info