IQPlus, (2/11) - PT Tripar Multivision Plus Tbk (IDX: RAAM), salah satu perusahaan hiburan dan produksi film ternama di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangannya untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026.
Perseroan mencatat perbaikan kinerja operasional yang menggembirakan. Total pendapatan naik 32% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp191,49 miliar, dibandingkan Rp145,42 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Sorotan utama periode ini adalah EBITDA yang berbalik positif menjadi Rp24,54 miliar, dari sebelumnya negatif Rp48,91 miliar di tahun lalu. Margin EBITDA juga membaik signifikan menjadi positif 13%, dari negatif 34% pada periode yang sama tahun lalu.
Meski Perseroan mencatat rugi bersih setelah pajak sebesar Rp67,25 miliar, kerugian ini terutama berasal dari kerugian satu kali (one-off) sekitar Rp64,8 miliar atas pelepasan 33,33% kepemilikan saham Perseroan di PT Ciputra Multivision Nusantara (CMN), serta penghapusan (write-off) restitusi pajak sekitar Rp2,9 miliar setelah adanya pemeriksaan pajak.
Tanpa memperhitungkan pos-pos luar biasa tersebut, Laba Setelah Pajak Disesuaikan (Adjusted Profit After Tax) Perseroan tercatat positif Rp456,02 juta. Angka ini jauh membaik dibandingkan rugi disesuaikan sebesar Rp81,31 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Perseroan memandang kinerja keuangan hingga 30 September 2026 sebagai tonggak penting dalam upaya perbaikan bisnis dan keuangan yang sedang berjalan.
Pertumbuhan pendapatan 32% dan kembalinya EBITDA ke level positif menunjukkan kemajuan yang menggembirakan di bisnis operasional Perseroan. Rugi bersih yang dilaporkan memang terdampak pos luar biasa yang tidak berulang, yaitu pelepasan investasi di CMN dan penghapusan restitusi pajak. Namun, Laba Setelah Pajak Disesuaikan yang positif mencerminkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Film menopang sembilan bulan ini, dan Cerita Lila menunjukkan potensi rilisan lokal yang kuat. Kami akan melanjutkannya dengan lebih banyak rilis layar lebar, distribusi pustaka film yang lebih luas, dan jaringan Platinum Cineplex yang lebih besar. Dengan neraca yang lebih ringan setelah divestasi CMN, kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk terus menumbuhkan bisnis film pada kuartal-kuartal mendatang," ujar Vikas Sharma, CFO RAAM.
Ke depan, RAAM tetap fokus memperkuat bisnis inti di bidang hiburan, meningkatkan efisiensi operasional, menjaga disiplin keuangan, serta mengejar peluang pertumbuhan yang berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info