IQPlus, (4/11) - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), perusahaan jasa pendukung pertambangan dengan infrastruktur terintegrasi, mencatatkan perbaikan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 miliar hingga September 2026, berbalik dari rugi bersih Rp51,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan volume jasa pengangkutan batu bara (hauling), layanan pemuatan batu bara ke kereta (train loading), serta peningkatan progres proyek konstruksi.
Secara khusus, pada kuartal III-2026, RMKO membukukan laba bersih Rp48,6 miliar atau melonjak 1.034% secara tahunan (year-on-year/YoY). Perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp74,8 miliar, meningkat 225,6% YoY dengan margin EBITDA mencapai 45,6%.
Direktur Operasional RMKO, Daniel Yosa, mengatakan salah satu faktor utama yang mendorong perbaikan kinerja adalah bertambahnya jumlah tambang pihak ketiga yang menggunakan jasa Perseroan.
Sepanjang 2026, RMKO telah melayani enam tambang, yakni Duta Bara Utama, Cakrawala Pratama Manunggal, Sahala Bara Lestari, Ulima Nitra, Sinar Wijaya Energi, dan Tiga Putri Bersaudara.
"Kami akan terus mendukung implementasi investasi grup pada hauling road ini, dengan menambah konektivitas ke tambang-tambang potensial dan meningkatkan kekuatan jalan dengan chip seal untuk mendukung fase pertumbuhan volume berikutnya," ujar Daniel dalam agenda konferensi pers Perseroan.
Dari sisi pendapatan, RMKO membukukan pendapatan usaha Rp345,3 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 57,4% YoY. Sementara itu, khusus kuartal III-2026, pendapatan usaha mencapai Rp164,1 miliar atau tumbuh 32,8% YoY.
Seluruh segmen bisnis mencatatkan pertumbuhan. Segmen konstruksi menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp143,7 miliar, meningkat 130,9% YoY dan menyumbang 41,6% terhadap total pendapatan.
Selanjutnya, segmen jasa pertambangan membukukan pendapatan Rp102,8 miliar atau tumbuh 12,5% YoY dengan kontribusi 29,8%. Adapun segmen jasa rental mencatatkan pendapatan Rp98,8 miliar, meningkat 50,1% YoY dan berkontribusi 28,6%.
Pertumbuhan pendapatan tersebut sejalan dengan peningkatan aktivitas operasional. Volume hauling sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai 1,1 juta ton, naik 122,4% YoY. Sementara volume train loading mencapai 2,3 juta ton atau meningkat 155,9% YoY.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA kumulatif hingga September 2026 mencapai Rp59,4 miliar, berbalik dari posisi negatif Rp9,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan RMKO, Elbert, menjelaskan bahwa layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir memungkinkan Perseroan memperoleh sumber pendapatan secara berurutan dari volume batu bara yang sama.
Ia juga menjelaskan bahwa volume dari tambang pihak ketiga yang perjanjiannya berada di bawah RMKE dicatat sebagai pendapatan berelasi, meskipun sumber volumenya berasal dari tambang pihak ketiga.
"Kami berharap pertumbuhan berlanjut seiring perluasan tambang yang dilayani, dengan dukungan kejelasan RKAB dan kebijakan ekspor," ujar Elbert.
Neraca Keuangan Semakin Kuat
Selain perbaikan kinerja operasional dan profitabilitas, RMKO juga mencatatkan penguatan struktur permodalan per kuartal III-2026 dibandingkan akhir 2025.
Total aset Perseroan meningkat 10,6% menjadi Rp616,2 miliar. Sementara itu, total liabilitas turun 14,2% menjadi Rp325,1 miliar.
Utang finansial juga berkurang 40,6% dari Rp95,5 miliar menjadi Rp56,7 miliar. Utang tersebut terdiri atas utang jangka pendek Rp35,6 miliar dan utang jangka panjang Rp21,1 miliar.
Di sisi lain, total ekuitas meningkat 63,4% menjadi Rp291,1 miliar. Kondisi tersebut tercermin dari rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) yang membaik dari 0,54 kali menjadi 0,19 kali, jauh di bawah batas maksimum perjanjian kredit sebesar 2,5 kali.
Penguatan ekuitas tersebut didukung oleh penyelesaian Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I pada 21 Juli 2026. Melalui aksi korporasi tersebut, Perseroan menghimpun dana Rp114,3 miliar dengan menerbitkan 326.712.095 saham pada harga Rp350 per saham.
Pemegang saham utama, PT RMK Investama, melaksanakan seluruh haknya senilai Rp108 miliar, sedangkan partisipasi pemegang saham publik mencapai Rp6,3 miliar. Dana hasil aksi korporasi tersebut digunakan untuk memperkuat likuiditas guna mendukung kegiatan operasional Perseroan. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info