IQPlus, (4/11) - Kebutuhan industri digital terhadap talenta yang menguasai komputasi awan atau cloud dan teknologi open source terus meningkat. Di sisi lain, perusahaan masih perlu menyesuaikan kompetensi sebagian lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dan standar kerja di lingkungan industri.
Kesenjangan tersebut menjadi pendorong Sivali Cloud Technology dan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom menjalin kerja sama di bidang pendidikan ilmu komputer.
Kolaborasi ini bertujuan mempertemukan kapasitas akademik kampus dengan pengalaman dan kebutuhan praktis industri, sehingga mahasiswa dapat mengenal teknologi yang digunakan dalam dunia kerja sejak masa pendidikan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Direktur Utama Sivali Cloud Technology Wong Sui Jan dan Dekan Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom, Dr. Muhammad Iqbal, didampingi Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom, Taufik Nur Adi di Kampus Universitas Telkom, Bandung, Rabu, 28 Oktober 2026.
Salah satu kontribusi Sivali dalam kolaborasi ini adalah menghadirkan Canonical Academy, program pelatihan dan sertifikasi sistem operasi Ubuntu yang dikelola bersama Canonical Ltd. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mempelajari sistem operasi berbasis Linux dan ekosistem sumber terbuka yang digunakan dalam berbagai kebutuhan teknologi informasi.
"Upaya bersama ini untuk membentuk mahasiswa menjadi talenta muda yang mumpuni dalam percepatan transformasi digital Indonesia. Momentum kerja sama ini juga menjadi istimewa karena bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda," kata Wong Sui Jan yang hadir bersama Executive Vice President Sivali Cloud Technology, Ryo Ardian.
Sivali Cloud Technology merupakan distributor resmi Canonical di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara. Canonical merupakan perusahaan teknologi global pengembang Ubuntu, sistem operasi berbasis Linux yang digunakan dalam berbagai lingkungan komputasi.
Wong menambahkan, salah satu fokus pembelajaran adalah memberikan pemahaman mengenai cara kerja sistem dan perangkat lunak berbasis sumber terbuka, bukan sekadar kemampuan menggunakan aplikasi. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mengenal aspek teknis teknologi yang banyak digunakan dalam pengembangan infrastruktur digital.
Sementara itu, Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom menyiapkan dukungan akademik melalui keterlibatan mahasiswa, dosen, dan staf, serta pemanfaatan laboratorium dan perangkat lunak pendukung. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi praktisi industri untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman langsung dengan sivitas akademika kampus yang juga dikenal dengan nama populer Tel-U atau Telkom University ini.
Ruang lingkup kerja sama mencakup enam bentuk kegiatan, antara lain studi satu semester di kampus mitra, penelitian dan publikasi bersama, kehadiran dosen tamu, berbagi pengetahuan, seminar, dan webinar. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat proses pembelajaran sekaligus meningkatkan relevansi pengembangan keilmuan di kampus dengan kebutuhan kompetensi industri.
"Bagi mahasiswa, kerja sama ini membuka jalur untuk mengenal teknologi komputasi awan dan sumber terbuka yang digunakan di industri. Pengenalan itu berlangsung di ruang kelas, bukan hanya setelah mereka diterima bekerja," ujar Muhammad Iqbal.
Menurut Iqbal, penelitian dan publikasi bersama juga dapat memberikan bahan kajian yang lebih dekat dengan praktik industri bagi dosen. Skema dosen tamu dan berbagi pengetahuan sekaligus membuka kesempatan bagi praktisi untuk memperkaya proses pembelajaran dengan pengalaman langsung dari dunia kerja.
Ia mengapresiasi kolaborasi tersebut karena mempertemukan kebutuhan industri dengan kapasitas perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta digital.
Paparan terhadap teknologi dan praktik industri sejak masa pendidikan diharapkan memberikan bekal yang lebih relevan bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.
Bagi perusahaan, pendekatan ini berpotensi membantu mempercepat proses adaptasi lulusan baru terhadap lingkungan kerja.
Kerja sama ini turut mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengembangan kompetensi teknologi sumber terbuka juga memiliki relevansi dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Pasal 35 peraturan tersebut mengamanatkan agar pembangunan dan pengembangan Aplikasi SPBE mengutamakan penggunaan kode sumber terbuka.
Ketentuan tersebut ditopang oleh prinsip netralitas teknologi (technology-neutral) dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) maupun Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Ketersediaan talenta yang memahami teknologi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung implementasi kebijakan digital pemerintah. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info